Sandi pamit dari Gerindra Setelah Sekian Tahun Bersama

Politik | 24 Apr 2023 | 16:50 WIB
Sandi pamit dari Gerindra Setelah Sekian Tahun Bersama

Uwrite.id -  

Sandiaga Salahuddin Uno membuat surat untuk Prabowo Subianto. Surat dibuat untuk mengikuti administrasi dan etika politik sekaligus sebagai bentuk penghormatan kepada Prabowo.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Salahuddin Uno pamit keluar dari Partai Gerindra setelah delapan tahun bersama. Dalam perpisahannya, ia menyampaikan pula sebuah surat yang ditujukan kepada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Momen perpisahan itu disampaikan Sandiaga di rumah Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, di Jakarta, Minggu (23/4/2023). Sandiaga pamit di tengah-tengah Dasco menggelar open house atau griya terbuka untuk menerima silaturahmi Lebaran dari kolega.

Sandiaga mengungkapkan, ia telah berbicara secara tertutup dengan Dasco. Ia menyampaikan beberapa pemikiran dan memohon pamit dari Gerindra. Ia juga memohon maaf, jika ada kesalahan dan berharap ke depan tetap bisa berjuang bersama.

“Tentu intinya dan tadi juga sudah mohon pamit dan mudah-mudahan di momen yang spesial ini di hari kedua (Lebaran) bulan suci Ramadan sudah lewat dan bisa menyambut tugas-tugas berikutnya,” kata Sandiaga.

Dalam pertemuan secara tertutup tersebut, Sandiaga memberikan sebuah surat kepada Dasco yang ditujukan kepada Prabowo. Sandiaga mengungkapkan, surat itu tertutup untuk Prabowo, sehingga ia menyerahkan kepada Gerindra untuk menyampaikan isi surat tersebut.

Surat tersebut dibuat Sandiaga untuk mengikuti administrasi dan etika mundur dari Gerindra sekaligus sebagai bentuk penghormatan kepada Prabowo.

“Saya berjuang bersama Pak Prabowo delapan tahun dan tentunya apa yang saya rasakan, saya tuangkan dalam bentuk surat itu dan saya percayakan kepada sahabat saya Pak Dasco untuk membawanya ke Ketum (Prabowo),” kata Sandiaga.

Ia enggan menjelaskan langkah dia selanjutnya, meskipun telah banyak dikaitkan dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Menurut Sandiaga, sebagai etika dalam berpolitik, ia harus menghadap ke pimpinan partai setelah sebelumnya bertemu dengan Prabowo. Ia juga masih menyiapkan tahapan-tahapan selanjutnya.

Dasco mengungkapkan, mereka telah berbicara terkait beberapa hal, salah satunya permintaan maaf Sandiaga kepada Prabowo. Ia berharap, ke depannya tetap masih bisa bekerja sama dengan Sandiaga. Dalam pembicaraan dengan Sandiaga, Dasco mengaku belum diberitahu partai politik yang akan menjadi tujuan dari Sandiaga.

Ia juga mengaku belum membuka surat yang dibuat Sandiaga. Alasannya, surat itu ditujukan untuk Prabowo sehingga harus dibuka oleh Prabowo.

Sebelumnya, seusai menunaikan shalat Idul Fitri di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (22/4), Sandiaga bersama istri dan anaknya mengunjungi Prabowo di kediamannya, di Kertanegara, Jakarta.

Menurut Sandiaga, kunjungan tersebut dilakukan semata karena sudah tiga tahun berturut-turut ia tak bersilaturahmi saat Lebaran ke Prabowo karena pandemi Covid-19. Saat ditanya terkait pertemuannya dengan Prabowo selama 20 menit tersebut untuk berpamitan, Sandiaga meminta untuk mengartikannya sendiri.

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar