Sajian Jawa dan Nusantara Warnai Ramadan di Jantung Kota Yogyakarta

Kuliner | 23 Feb 2026 | 09:33 WIB
Sajian Jawa dan Nusantara Warnai Ramadan di Jantung Kota Yogyakarta
Jambuluwuk Malioboro Hotel Yogyakarta (expedia)

Uwrite.id - Yogyakarta — Ramadan selalu menghadirkan tradisi berbuka puasa bersama yang bukan sekadar rutinitas makan, tetapi juga momentum mempererat hubungan sosial. Di Yogyakarta, tradisi ini tumbuh seiring menjamurnya sajian berbuka puasa yang mengangkat kekayaan kuliner lokal, salah satunya melalui program “Sajada – Sajian Jawa & Nusantara” di Jambuluwuk Malioboro Hotel Yogyakarta.
Program tersebut digelar sepanjang bulan Ramadan di The Clubhouse Restaurant, menghadirkan beragam hidangan khas Jawa dan Nusantara dalam satu ruang. Pengunjung yang datang menjelang waktu berbuka tidak hanya disuguhi makanan, tetapi juga suasana hangat yang diperkuat dengan alunan musik religi.

The Clubhouse Restaurant Jambuluwuk Malioboro Hotel (Any)

Hotel ini dikenal sebagai salah satu akomodasi yang berada di kawasan strategis pusat Kota Yogyakarta, dekat dengan kawasan Malioboro yang menjadi denyut aktivitas wisata dan ekonomi. Lokasi tersebut membuatnya mudah dijangkau, baik oleh wisatawan maupun warga lokal yang ingin menikmati suasana berbuka di luar rumah.
Deretan menu yang disajikan mencerminkan kekayaan kuliner tradisional Indonesia. Hidangan utama seperti olahan ayam berbumbu rempah, aneka sate, hingga sup hangat tersedia untuk memenuhi selera pengunjung. Sementara itu, berbagai takjil seperti kolak, jajanan pasar, dan hidangan manis khas Ramadan menjadi pilihan untuk membatalkan puasa.

Salah satu menu Iftar yang disajikan secara live cooking (Any)

Pihak manajemen hotel menyebut konsep Sajada dirancang untuk menghadirkan pengalaman berbuka yang lebih dari sekadar bersantap. Mereka ingin menghadirkan kembali cita rasa lokal yang akrab bagi masyarakat, namun dalam suasana yang lebih nyaman.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang tidak hanya lezat, tetapi juga membawa kehangatan khas Indonesia melalui sajian tradisional,” ujar perwakilan manajemen dalam keterangannya.
Harga paket berbuka puasa tersebut ditawarkan Rp145.000 per orang. Selain itu, tersedia harga pemesanan awal Rp120.000 per orang untuk reservasi hingga 28 Februari 2026. Skema lain yang juga ditawarkan adalah promosi grup, di mana pengunjung yang datang dalam jumlah tertentu mendapatkan potongan harga.
Pengamat pariwisata Yogyakarta, Budi Santoso, menilai kehadiran paket berbuka puasa dengan konsep kuliner tradisional merupakan bagian dari perubahan strategi industri perhotelan.
“Sekarang bukan hanya soal makan sepuasnya, tetapi bagaimana menghadirkan pengalaman. Kuliner tradisional punya nilai emosional yang kuat, terutama saat Ramadan,” kata Budi.
Menurut dia, pendekatan berbasis kuliner lokal juga selaras dengan karakter Yogyakarta sebagai kota budaya. Wisatawan yang datang tidak hanya mencari tempat berbuka, tetapi juga pengalaman yang mencerminkan identitas daerah.

Beberapa menu takjil yang turut disajikan dalam Iftar Ramadan 2026 (Any)

Fenomena berbuka puasa di hotel juga semakin diminati masyarakat lokal. Selain faktor kenyamanan, variasi menu menjadi alasan utama.
Rina (34), warga Sleman, mengatakan berbuka puasa di hotel menjadi alternatif untuk merasakan suasana berbeda. “Kalau menunya makanan tradisional, rasanya lebih dekat dengan suasana Ramadan. Ada rasa nostalgia juga,” ujarnya.
Ramadan memang menjadi periode penting bagi industri kuliner dan perhotelan. Aktivitas berbuka puasa bersama menciptakan peningkatan kunjungan yang signifikan, terutama di kota tujuan wisata seperti Yogyakarta.
Di sisi lain, kehadiran sajian berbasis kuliner Nusantara juga menjadi upaya memperkenalkan kembali makanan tradisional kepada generasi muda. Tidak hanya sebagai hidangan, tetapi juga bagian dari identitas budaya.
Dengan menggabungkan unsur tradisi, suasana, dan kebersamaan, sajian berbuka puasa seperti ini menjadi bagian dari dinamika Ramadan di perkotaan. Lebih dari sekadar makan, momen tersebut menjadi ruang untuk merawat hubungan dan menghidupkan kembali kenangan akan cita rasa rumah.(Any)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar