SAIFUL HUDA EMS: AHY TIDAK LAKU KADERNYA MAIN TUDUH.

Politik | 12 Jul 2023 | 21:10 WIB
SAIFUL HUDA EMS: AHY TIDAK LAKU KADERNYA MAIN TUDUH.

Uwrite.id - AHY TIDAK LAKU KADERNYA MAIN TUDUH.

Oleh: Saiful Huda Ems.

Seleksi ketat bakal calon Presiden dan bakal calon Wakil Presiden 2024, menjadikan politisi-politisi pemula dan tidak memiliki riwayat prestasi apa-apa seperti AHY, mulai kalut sehingga harus menghantam sana sini, mulai dari politisi-politisi pesaingnya sampai ke Presiden Jokowi. Ini bisa dilihat dari serangan politik kubu AHY terbaru, setelah Denny Indrayana gagal bermanuver politik menyerang istana dari Australia, kini giliran Kamhar Lakumani yang merupakan Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Pimpinan AHY. 

Kamhar dalam pernyataannya di depan awak media menyatakan, bahwa foto mantan calon anggota legislatif (Caleg) Partai Demokrat yang lagi viral berada di tumpukan uang dollar, dan berkaitan dengan kasus mega korupsi BTS Kominfo, adalah buatan dari Partai Demokrat kubu Moeldoko. Kamhar juga memastikan, kalau foto itu disajikan oleh seorang bernama Irfan Gani, dan dimaksudkan sebagai character assasination terhadap Partai Demokrat pimpinan AHY. 

Tuduhan Kamhar tersebut sangatlah jahat dan mengada-ada. Selain kami para pengurus Partai Demokrat hasil KLB pimpinan Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko, tidak pernah merasa melakukan hal tersebut, nama Irvan Gani dalam data base yang kami miliki juga tidak ada di dalam keanggotaan atau kepengurusan Partai Demokrat kubu Moeldoko. Kami hanya tau dan memiliki catatan tersendiri, bahwa Adamsyah Wahab alias Don Adam yang fotonya lagi viral dan dikaitkan oleh Netizen dengan uang dollar hasil mega korupsi BTS itu adalah mantan Caleg Partai Demokrat pimpinan AHY. 

Ya, Adamsyah Wahab alias Don Adam itu merupakan mantan Caleg Partai Demokrat pimpinan AHY, yang melenggang di Pemilu Legislatif 2019 dari Dapil Jabar II. Jika kemudian Partai Demokrat kubu AHY tersinggung berat karena adanya foto yang sedang viral dan dikait-kaitkan dengan mega korupsi BTS, itu sepenuhnya merupakan masalah mereka sendiri, yang seharusnya tidak perlu mengarahkan rasa bersalah dan kejengkelannya tersebut, dengan main tuduh terhadap kami, para pengurus Partai Demokrat KLB pimpinan Pak Moeldoko.

Kami semua memang menyadari, bahwa Keluarga Cikeas saat ini memang sudah pasti sedang galau tingkat tinggi. Betapa tidak, AHY yang menjadi satu-satunya harapan dari Keluarga Cikeas bersama penyembahnya masih saja tidak laku dijual kemana-mana. Spanduk dan Baliho bergambar AHY sudah dipasang bertahun-tahun dari mulai pelosok-pelosok desa di seluruh Indonesia hingga sampai di jantung Ibu Kota, namun hasilnya tetap nihil dan tidak ada satupun Parpol atau Bacapres yang mau meminangnya untuk menjadi Bacawapres. 

Sebagai sesama manusia, kami tentu sangat prihatin menyaksikan keadaan tragis yang menimpa AHY ini, untuknya kadang terbersit di benak kami untuk sesekali mengadakan ruwatan besar, misalnya mengajak AHY untuk mencari makam-makam keramat, dan memandikan AHY di tujuh sumur dan berendam dengan tujuh kembang, agar kiranya AHY dijauhkan dari kesialan pencapresannya. Siapa tau dengan acara ruwatan besar semacam itu AHY mendadak dilamar oleh elite partai lain, dan dijadikan bacawapresnya Amien Rais. 

AHY tidak perlu berharap banyak untuk disahkan oleh KPU, karena yang terpenting spanduk dan balihonya tersebar dimana-mana itu sudah merupakan suatu kejutan. Bayangkan kalau spanduk AHY dan Amien Rais bertebaran dimana-mana dan bertuliskan Pasangan Capres-Cawapres Masa Depan, tentu itu suatu hal yang sangat spektakuler bukan? Ya Capres-Cawapres Masa Depan, bukan Masa Kini, yang berarti AHY masih harus menunggu beberapa tahun lagi setelah Pilpres 2024. Semoga dukungan ini menjadi obat AHY dan para pengikutnya yang sedang galau dan sakit hati...(SHE).

12 Juli 2023.

Saiful Huda Ems (SHE). Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat Pimpinan Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko.

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar