Reshuffle Prabowo Petang Ini Menguat, Dua Putra Kalimantan Masuk Bursa

Politik | 14 Sep 2026 | 15:07 WIB
Reshuffle Prabowo Petang Ini Menguat, Dua Putra Kalimantan Masuk Bursa
Berbeda dengan figur berlatar belakang politik, Aswin memiliki rekam jejak panjang dalam dunia akademik, penelitian lingkungan, lahan gambut dan pengendalian kebakaran hutan.

Uwrite.id - Jakarta - Wacana perombakan Kabinet Merah Putih kembali menguat menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sejumlah figur mulai dibicarakan sebagai sosok yang dinilai dapat memperkuat pemerintahan apabila Presiden memutuskan melakukan reshuffle.

Selain nama-nama nasional seperti Suahasil Nazara, Mahfud MD, Busyro Muqoddas, Ahmad Heryawan dan Chatib Basri, dua figur asal Kalimantan Tengah juga kembali menarik perhatian.

Keduanya adalah Erlin Hardi, mantan Penjabat Bupati Kapuas dan birokrat senior berlatar belakang teknik, serta Aswin Usup, akademisi Universitas Palangka Raya yang dikenal sebagai pakar lingkungan, lahan gambut dan kebakaran hutan.

Nama keduanya bukan baru pertama kali dikaitkan dengan Kabinet Merah Putih. Pada April 2026, Erlin sempat disebut dalam bursa Wakil Menteri Pekerjaan Umum, sedangkan Aswin dikaitkan dengan posisi Menteri Kehutanan.

Meski demikian, hingga pertengahan September 2026, belum terdapat pengumuman resmi Presiden maupun Istana yang menyatakan kedua tokoh Kalteng tersebut, maupun figur lain yang beredar, telah ditetapkan sebagai calon menteri atau wakil menteri.

Isu Reshuffle Menguat Setelah Survei Publik

Wacana reshuffle kembali mendapat momentum setelah hasil survei nasional menunjukkan adanya dorongan masyarakat agar Presiden melakukan evaluasi terhadap kabinet.

Sebanyak 51,9 persen responden dalam survei Poltracking Indonesia menilai reshuffle kabinet diperlukan.

Sektor ekonomi menjadi salah satu bidang yang paling banyak mendapat perhatian, disusul persoalan hukum dan penegakan hukum.

Hasil tersebut memperkuat diskursus bahwa memasuki tahun ketiga pemerintahan, Presiden Prabowo berpotensi melakukan evaluasi tidak hanya terhadap figur menteri, tetapi juga efektivitas pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Namun reshuffle tetap menjadi hak prerogatif Presiden. Setiap nama yang beredar sebelum pengumuman resmi harus ditempatkan sebagai bagian dari wacana atau bursa politik.

Erlin Hardi Pernah Dikaitkan dengan Wakil Menteri PU

Dari Kalimantan Tengah, Erlin Hardi, S.T., M.T. menjadi salah satu nama yang pernah disebut dalam bursa kabinet.

Pada April 2026, Erlin dikaitkan dengan kemungkinan menduduki posisi Wakil Menteri Pekerjaan Umum. Kabar tersebut muncul bersamaan dengan spekulasi reshuffle Kabinet Merah Putih saat itu.

Ketika ditanya mengenai isu tersebut, Erlin tidak memberikan konfirmasi bahwa dirinya telah menerima tawaran jabatan dari pemerintah pusat. Ia memilih menanggapi kabar tersebut secara hati-hati dan meminta publik mengikuti perkembangan yang ada.

Latar belakang Erlin dinilai memiliki hubungan cukup kuat dengan sektor infrastruktur.

Putra Kabupaten Kapuas itu memiliki latar pendidikan teknik dan merupakan alumnus Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya. Sebelum masuk lebih jauh ke birokrasi, Erlin juga pernah menjadi dosen di Fakultas Teknik UPR.

Karier birokratnya kemudian banyak bersentuhan dengan infrastruktur, pekerjaan umum, permukiman hingga penanggulangan bencana.

Erlin pernah bertugas di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pulang Pisau sebelum melanjutkan karier di Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Ia pernah menjabat Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kalteng, kemudian menduduki jabatan di bidang kearsipan dan perpustakaan daerah, hingga masuk ke Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Kalimantan Tengah.

Erlin juga pernah menjadi Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kalteng.

Kariernya kemudian berlanjut sebagai Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Provinsi Kalimantan Tengah. Posisi tersebut semakin memperkuat pengalaman Erlin dalam pembangunan infrastruktur dan kawasan permukiman.

Pada September 2023, Menteri Dalam Negeri menunjuk Erlin sebagai Penjabat Bupati Kapuas.

Pengalaman sebagai kepala daerah membuat Erlin memiliki kombinasi latar belakang teknis, birokrasi pemerintahan serta pengelolaan pembangunan daerah.

Ia kemudian maju dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kapuas 2024 bersama Alberkat Yadi.

Dengan rekam jejak tersebut, kemunculan namanya dalam bursa Wakil Menteri PU pada April 2026 memiliki keterkaitan dengan pengalaman profesional yang dimilikinya.

Namun sampai saat ini belum terdapat informasi resmi bahwa Erlin mendapat panggilan baru dari Presiden atau Istana terkait reshuffle September 2026.

Aswin Usup Dikaitkan dengan Menteri Kehutanan

Nama kedua dari Kalimantan Tengah adalah Dr. Ir. Aswin Usup, M.Sc., Ph.D.

Akademisi Universitas Palangka Raya tersebut sempat dikaitkan dengan jabatan Menteri Kehutanan pada April 2026.

Berbeda dengan figur berlatar belakang politik, Aswin memiliki rekam jejak panjang dalam dunia akademik, penelitian lingkungan, lahan gambut dan pengendalian kebakaran hutan.

Aswin merupakan akademisi Universitas Palangka Raya dan dikenal sebagai pakar lingkungan serta kebakaran lahan gambut.

Ia menempuh pendidikan pascasarjana di Hokkaido University, Jepang, dan meraih gelar Master of Science serta Doctor of Philosophy dalam bidang yang berkaitan dengan lingkungan dan geoekologi.

Pengalaman akademiknya banyak berhubungan dengan karakteristik ekosistem gambut Kalimantan.

Aswin pernah memimpin Pusat Pengendalian Kebakaran dan Rehabilitasi Hutan Universitas Palangka Raya selama bertahun-tahun.

Ia juga pernah menjabat Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Palangka Raya sebelum kepemimpinan lembaga tersebut berganti untuk periode berikutnya.

Riset Aswin mencakup kebakaran gambut, kondisi cuaca pemicu kebakaran lahan gambut, pencemaran udara akibat kebakaran, restorasi gambut hingga pengelolaan kawasan rawan karhutla.

Pengalamannya tidak hanya berada di lingkungan kampus. Aswin juga terlibat dalam berbagai kegiatan penelitian dan restorasi gambut serta kerja sama yang melibatkan lembaga nasional maupun internasional.

Ia juga dikenal memiliki inovasi terkait teknologi pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Latar belakang tersebut membuat namanya cukup relevan ketika dikaitkan dengan sektor kehutanan.

Pada April 2026, ketika kabar dirinya disebut berpeluang menduduki posisi Menteri Kehutanan beredar, Aswin memberikan respons positif terhadap dukungan yang muncul, namun tidak menyebut adanya keputusan resmi Presiden.

Sama seperti Erlin, sampai September 2026 belum terdapat konfirmasi bahwa Aswin telah dipanggil kembali atau masuk daftar resmi calon menteri.

Dua Putra Kalimantan Pernah Muncul Bersamaan

Hal menarik dari isu kabinet pada April 2026 adalah munculnya Erlin Hardi dan Aswin Usup secara bersamaan.

Saat itu informasi yang berkembang mengaitkan Aswin dengan Menteri Kehutanan, sedangkan Erlin dengan Wakil Menteri Pekerjaan Umum.

Keduanya memiliki karakter latar belakang berbeda.

Aswin datang dari jalur akademik, penelitian, kehutanan, lingkungan dan gambut. Sementara Erlin berasal dari jalur teknik, birokrasi, infrastruktur dan pemerintahan daerah.

Apabila nama keduanya kembali muncul dalam dinamika reshuffle September 2026, hal tersebut sekaligus membuka pembicaraan mengenai keterwakilan figur Kalimantan Tengah di pemerintahan pusat.

Terlebih Kalteng merupakan salah satu daerah strategis dalam persoalan kehutanan, lahan gambut, ketahanan pangan, pembangunan kawasan dan penanganan karhutla.

Namun sampai ada pengumuman Presiden, konteks tersebut tetap harus dipandang sebagai dinamika bursa kabinet, bukan kepastian penunjukan. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar