Relawan Anti Narkoba Ngaliyan Semarang Gaungkan Desa Bersinar Untuk Jadi Garda Terdepan Pemberantasan

Uwrite.id - (Semarang) Penyalahgunaan narkoba semakin nyata dan kompleks, bukan hanya di perkotaan, tetapi juga mulai merambah ke lingkungan pedesaan. Bandar narkoba kian agresif menargetkan generasi muda, khususnya remaja dan pelajar yang berada pada fase rentan.
Menyikapi hal tersebut, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menggulirkan strategi berbasis masyarakat dengan menggelar Asistensi Relawan Anti Narkoba dalam rangka KIE Sumber Daya Pembangunan Desa.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Kamis (28/8) ini dihadiri jajaran Forkopimcam, lurah, tokoh agama, tokoh masyarakat, PKK, Karang Taruna, organisasi masyarakat, serta puluhan peserta yang didorong untuk menjadi relawan anti narkotika.
Melalui kegiatan ini, BNNP Jawa Tengah berharap lahir agen-agen perubahan yang siap menjaga lingkungan dari bahaya narkoba dan memperkuat ketahanan sosial di tingkat akar rumput.
Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Agus Rohmat, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan bahwa narkotika bukan hanya masalah hukum, tetapi juga masalah sosial, kesehatan, hingga masa depan bangsa.
Narkotika juga merusak fisik, menghancurkan mental, dan menggerogoti tatanan keluarga serta masyarakat. Yang lebih memprihatinkan, generasi muda kita menjadi sasaran empuk para pengedar.
Baca Juga: https://uwrite.id/news/wagub-taj-yasin-maimoen-kunjungi-sumur-minyak-meledak-di-blora
“Karena itu, perang melawan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada BNN semata. Kita membutuhkan kekuatan kolektif masyarakat. Relawan anti narkoba hadir sebagai garda terdepan. Mereka adalah agen perubahan yang bisa menyampaikan pesan dengan bahasa sederhana, menyentuh hati, dan mampu menggerakkan lingkungannya. Kami yakin, dengan peran relawan, desa bisa menjadi benteng pertahanan bangsa, dan Ngaliyan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain untuk mewujudkan Desa Bersinar – Bersih Narkoba,” tegasnya.
Jenderal Bintang Satu tersebut dalam kegiatan juga menyampaikan sebuah pepatah jawa yaitu “sapa nandur bakal ngundhuh.”
“Barang siapa menanam, maka ia yang akan menuai. jika kita menanam kebaikan, menanam kepedulian, dan menanam semangat untuk melindungi generasi muda dari narkoba, maka kelak kita akan menuai masyarakat yang sehat, sejahtera, dan berdaya saing. sebaliknya, jika kita abai, maka yang kita tuai adalah kerusakan dan penderitaan,”tegasnya.
Baca Juga: https://uwrite.id/news/integritas-pegawai-di-jateng-harus-dikuatkan-untuk-tahan-gempuran-korupsi
Sedangkan Camat Ngaliyan, Moeljanto, S.E., Kp., M.M., menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan BNNP Jawa Tengah dengan menjadikan wilayahnya sebagai lokasi kegiatan.
Menurutnya, keberhasilan pencegahan narkoba hanya bisa terwujud dengan kolaborasi.
“Kami di Kecamatan Ngaliyan percaya bahwa narkoba adalah musuh bersama. Karena itu, strategi pencegahan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Dibutuhkan gotong royong, sinergi, dan kepedulian dari semua pihak – mulai dari pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga organisasi kepemudaan. Melalui kegiatan asistensi ini, kami berharap muncul relawan yang konsisten menyuarakan bahaya narkoba dan menjadi teladan di lingkungannya. Mari kita jadikan Ngaliyan sebagai pionir dalam gerakan masyarakat sehat dan bebas narkoba,” ujarnya penuh semangat.
Baca Juga: https://uwrite.id/news/penyerahan-remisi-bagi-8737-warga--anak-binaan-di-jateng

Salah satu peserta kegiatan, Suroyo, tokoh masyarakat di Kelurahan Ngaliyan, menyampaikan rasa bangganya dapat mengikuti kegiatan ini.
“Saya semakin sadar bahwa narkoba bisa masuk ke lingkungan terkecil tanpa kita sadari. Materi yang diberikan membuka mata saya tentang betapa pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Sebagai relawan, saya siap menjadi teladan di rumah dan di masyarakat. Semoga semakin banyak yang bergerak bersama, agar lingkungan kita benar-benar terbebas dari narkoba,” ungkapnya.
Kegiatan asistensi relawan anti narkoba di Kecamatan Ngaliyan bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi juga momentum lahirnya gerakan kolektif masyarakat dalam mencegah bahaya narkoba. Dengan semangat kebersamaan, gotong royong, serta dukungan lintas sektor, BNNP Jawa Tengah optimis relawan mampu menjadi role model yang menginspirasi generasi muda untuk menjauhi narkoba.
Klik & baca https://uwrite.id/ untuk mengupdate beraneka warta terkini dari Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan & Lingkungan Hidup. Juga berita Internasional & Olahraga dari berbagai belahan dunia serta ragam informasi Teknologi-Sains, Film-Musik, Selebriti-Tokoh, Seni-Budaya hingga Religi. Tak ketinggalan rubrik gaya hidup mulai Kuliner, Kesehatan, Pariwisata, Fashion & Otomotif.
Tulis Komentar