Rektor Uniba, IZ: Diplomasi Prabowo di Mancanegara Penting bagi Ekonomi Nasional

Peristiwa | 12 Jun 2026 | 09:40 WIB
Rektor Uniba, IZ: Diplomasi Prabowo di Mancanegara Penting bagi Ekonomi Nasional
Presiden akan menjelaskan kepada negara tujuan lawatannya, bahwa kebijakannya hilirisasi yang menjadi pilihan cara pengelolaan SDA negara kita saat ini, ujar Isradi.

Uwrite.id - Balikpapan - Rektor Universitas Balikpapan Isradi Zainal menyebut ada kebijakan tertentu yang dirumuskan oleh dua negara, yang harus diputuskan di level presiden atau kepala negara. Pernyataan ini dikemukakannya, mencermati peningkatan intensitas lawatan global Presiden Prabowo dalam mengantisipasi dinamika geopolitik lintas kawasan yang kian kompleks dan menuntut diplomasi yang lincah. 

Oleh karena itu, Isradi menilai, frekuensi kunjungan LN Prabowo Subianto untuk tahun ini dan ke depan, bilamana perlu semakin ditingkatkan. Langkah diplomatik seperti ini dinilai krusial untuk membuka ruang kerja sama yang lebih luas dan saling menguntungkan.

Dalam kaitannya dengan konteks itu, rektor yang juga Koordinator Kalimantan University Consortium (KUC) itu berpandangan tentu Prabowo menimbang akan perlunya mempererat kerjasama bilateral yang bersifat strategis dengan mitra negara yang dikunjungi. 

Pernyataan ini diungkapkan saat Isradi tampil mengisi acara daring Tribun Network bersama Wakil Walikota Balikpapan 2025-2030, Bagus Susetyo. Kedua narasumber ini berbicara pada broadcast Live Event, Tribun Network di platform YouTube, belum lama berselang.

Memperkuat Diplomasi Ekonomi di Era Transisi Tata Kelola Sumberdaya Energi dan Mineral Nasional

Sebuah kebijakan, khususnya yang terkait dengan alur pemanfaatan sumberdaya alam, mutlak membutuhkan kesepakatan-kesepakatan dengan negara lain, demikian Isradi Zainal menjelaskan dalam dialog yang sedemikian informatif itu. Menurutnya, hilirisasi sumber daya alam tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan pasar ekspor dan investasi asing. 

Karenanya, tak salah bilamana kunjungan kepala negara menjadi jembatan untuk memastikan kebijakan nasional dipahami dan diterima oleh mitra dagang utama Indonesia.

"Tentu negara mitra akan menyiapkan langkah-langkah partnership dalam sektor ekonomi antarnegara, tatkala Indonesia telah menyelesaikan realisasi hilirisasi A, hilirisasi B dan hilirisasi C," ulas Isradi mendetail. 

"Presiden akan menjelaskan kepada negara tujuan lawatannya, bahwa kebijakan hilirisasi yang menjadi pilihan cara pengelolaan SDA negara kita saat ini, tidak membahayakan atau membawa pengaruh buruk bagi ekonomi negara lainnya. Justru sebaliknya, hilirisasi membuka peluang rantai pasok baru yang lebih adil dan berkelanjutan bagi semua pihak."

"Itu 'kan, sebenarnya merupakan sebuah jawaban, atas bagaimana presiden membuka arah bagi tantangan yang dihadapi," jelas Isradi mengimbuhkan.

Penjelasan langsung dari kepala negara di forum bilateral sudah pasti menjadi sarana yang paling efektif, dalam meredam mispersepsi dan kekhawatiran mitra dagang. "Ini bodoh menurut saya, bila kita tidak melihat, dunia yang berubah - dunia yang bergejolak, akhir-akhir ini," ceritanya. "Dan Prabowo dengan cerdas menangkap hal itu," pungkas rektor. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar