Rektor Uniba Isradi, Dukung Inisiasi Menteri Kebudayaan untuk Bangun Rumah Budaya Indonesia Syech Yusuf di Cape Town

Uwrite.id - Cape Town - Dengan bangga, Rektor Universitas Balikpapan, Isradi Zainal (IZ), yang juga memegang jabatan kehormatan sebagai Ketua Dewan Pakar Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN), memberi dukungan penuh terhadap prakarsa Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, untuk membangun Rumah Budaya Indonesia Syech Yusuf al-Makassari di Cape Town, Afrika Selatan.
Hal ini terungkap dalam kunjungan Dr Isradi Zainal didampingi Staf Ahli Rektor yang juga Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Uniba Dr. Andi Surayya Mappangile dan bersama Konsul Jenderal RI di Cape Town, Tudiono. "Ini adalah cita-cita yang sangat positif dan patut diapresiasi, karena akan menjadi simbol kebanggaan budaya Indonesia di Afrika Selatan, serta memperkuat hubungan diplomasi budaya antara kedua negara," sambut IZ.
Makam Keramat Syech Yusuf al-Makassari (SYM) tersebut, merupakan destinasi pokok dan tujuan muhibah Rektor Uniba Isradi Zainal bersama Staf Ahli Rektor/Wadek FK Uniba di Afrika Selatan ini. Tepat pukul 09.30 Cape Town Time (UTC + 2:00) atau 15.30 WITA waktu Balikpapan, rombongan yang bertolak dari Wisma Indonesia KJRI CT di Cape Town tiba di lokasi itu.
Baik Rektor Uniba Isradi Zainal maupun Konsul Jenderal RI Cape Town Tudiono, keduanya memiliki ekspektasi yang sama. Peletakan batu pertama ini diharapkan dua tokoh ini bakal terealisasikan di tanggal 3-5 April 2025, bertepatan dengan momen acara kenduri Karamat Syech Yusuf al-Makassari (SYM) di Cape Town.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Uwrite.id, ternyata Isradi Zainal pertama kali menyampaikan gagasan Menkebud Fadli Zon mengenai pendirian Rumah Budaya Indonesia Syech Yusuf al-Makassari itu, di saat jamuan makan malam yang dilakukan Konsul Jenderal RI Tudiono dan staf di Wisma Indonesia KJRI Cape Town, Afrika Selatan (19/11).

Di dekat jantung kota Cape Town yang beratmosfer tenang dan syahdu itu, Staf Konjen RI pun turut menghantarkan Rektor Universitas Balikpapan yang juga salah satu pendiri Kalimantan University Consortium itu, berziarah dan mengunjungi sebuah masjid populer. Masjid inilah yang konon disebut-sebut sebagai satu millestones kesejarahan pejuang bangsa yang juga ulama tersohor di abad itu.
Rumah ibadah ini dibangun pada abad ke-18, dan lebih dikenal dengan sebutan 'Karamat Syech Yusuf al-Makassari (SYM)'. Tuan Guru Abdullah Qadhi Abdussalam dari Kesultanan Tidore dicatatkan dalam lembar riwayat bangunan ini sebagai pendirinya. Agenda muhibah Dr Isradi Zainal, diselingi pula dengan aktivitas academic visiting ke perguruan tinggi terkemuka Afrika Selatan, CTU (Cape Town University).
Tampak dalam sejumlah gambar dokumentasi resmi di media sosial IZ bersama Dr Andi Surayya Mappangile dan Konsul Jenderal Cape Town Tudiono mengabadikan momen bersama di depan Sarah Baartman Hall, sebuah bangunan ikonik di kampus CTU.

Kedatangan Isradi ke makam Syech Yusuf al-Makassari (SYM) menjadi sebuah medium penghormatan yang tulus kepada Pahlawan Nasional dan Guru Tasawuf, Syech Yusuf al-Makassari, yang bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November yang sakral bagi tiap individu anak negeri.

Aktivitas di Afsel ini merupakan bagian dari rangkaian Pertukaran Budaya yang diselenggarakan oleh Yayasan Amanah Asri, Perkumpulan Wanita Palembang Sumatera Selatan, Universitas Balikpapan (Uniba), dan Dewan Seni & Budaya Nusantara (DSBN), dengan tujuan mempererat hubungan budaya antara Indonesia dan Afrika Selatan. Pada kurun waktu belasan hari berada di tanah Afrika Selatan, para peserta yang mewakili Indonesia itu, memiliki kesempatan untuk menyuguhkan penampilan gelar seni dan budaya.
Atraksi ini dihelat bersama-sama dengan seniman dan budayawan Afrika Selatan di Durban dan sekitarnya, serta menjadi satu segmen pengalaman yang tak terlupakan.

Rektor Uniba, Ketua Yayasan Amanah Asri dan Ketua Perkumpulan Wanita Palembang, dan turut diikutsertakan sebagai Narasumber untuk mengkaji Peran Penting Budaya dalam peningkatan Pertumbuhan Ekonomi, pelestarian Kearifan Lokal, dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Sebuah kesempatan yang sangat berharga dan patut diapresiasi. (*)

Tulis Komentar