Rektor Indonesia Apresiasi Perhatian Prabowo untuk Kesejahteraan Rakyat, Kecerdasan Bangsa, Penelitian, dan Lain-Lainnya

Uwrite.id - Jakarta - Apresiasi dari rektor, guru besar dan dekan yang hadir pada agenda 'Taklimat Presiden di hadapan Guru Besar' (15/01) bermunculan dengan spontan. Pertemuan antara Presiden Prabowo dengan sekitar 1.200 rektor, guru besar dan sejumlah dekan di Istana Negara terasa membawa arah baru yang berdampak besar pada kapitalisasi semangat kaum akademisi membangun bersama bangsa kepada kemajuan. Tak luput turut memberi respons positif, adalah Rektor Universitas Balikpapan, Isradi Zainal (IZ).
Bagi Isradi, Taklimat Presiden kali ini sepertinya memberikan sinyal mutlak akan keinginan Pemerintah Pusat dalam menempatkan kembali prioritas pembangunan yang bertumpu kepada peran sentral manusia, pendidikan tinggi, dan sains. Ketiga elemen vital itu menjadi fondasi utama pada inovasi, industrialisasi, dan daya saing bangsa. Konteks ini juga sejalan dengan agenda besar pemerintah, yakni mewujudkan swasembada pangan dan energi.

FOTO : Tampak IZ (berjas orange), salah seorang rektor, Menseskab Letkol Teddy (di belakang presiden), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko PMK Pratikno, Mensaintekdikti Brian dan Presiden Prabowo berurutan.
Kepala Negara menekankan Kebangkitan Indonesia tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), penguasaan ilmu pengetahuan, serta kemampuan menterjemahkan riset menjadi dampak nyata bagi berbagai lapisan masyarakat dan dunia industri.
Presiden Prabowo Subianto secara serius berkomitmen pada pemajuan kecerdasan bangsa, membangun Sekolah Rakyat, meluncurkan program MBG untuk anak sekolah, mendirikan sekolah baru, serta merencanakan optimalisasi perguruan tinggi berbasis STEM (Sains, Teknik, Engineering, Matematika) dan Kedokteran, tulis Isradi.
Isradi pun memberikan apresiasi tinggi atas arah kebijakan Presiden yang mengacu pada pasal 33 UUD 1945 dalam menciptakan kedaulatan ekonomi nasional, strategi optimal dalam perwujudan kemaslahatan negeri yang berkeadilan dan berkesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Isradi menyebut semua langkah itu dijalankan Presiden demi mencetak generasi emas Indonesia yang berakhlak mulia, cerdas, serta memiliki keunggulan kompetitif untuk berkiprah di kancah internasional.

Pada aspek kesejahteraan rakyat, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa sejumlah kebijakan yang dilakukan menyentuh langsung masyarakat, petani, nelayan, guru, pengajar, dan juga kalangan lain. Kebijakan itu dimanifestasikan di antaranya dalam bentuk pendirian Koperasi Merah Putih, bantuan petani, nelayan, dan masyarakat miskin.
Bersama para rektor lainnya, Rektor Uniba yang hadir turut berdiskusi hangat dengan sejumlah rektor, menteri, Kepala BRIN, dan tokoh-tokoh lainnya. Mereka membahas strategi yang efektif guna memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan mewujudkan kampus berdampak yang aktivitasnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Tak ketinggalan, sejumlah rektor memberikan apresiasi tinggi atas kebijakan efisiensi anggaran dan pemberian stimulus kepada program-program prorakyat. Yang mana, plot APBN dikembalikan kepada penggunaan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, sebuah langkah terukur menuju Indonesia yang lebih sejahtera. (*)

Tulis Komentar