Rekam Jejak Wagub Lampung Chusnunia Chalim tak tersentuh hukum

Hukum | 03 Jun 2023 | 05:25 WIB
Rekam Jejak Wagub Lampung Chusnunia Chalim tak tersentuh hukum
Foto Dokumen Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim dalam Sederet Kasus yang dijalani saat menjadi saksi

Uwrite.id - Wakil Gubernur lampung Chusnunia Chalim, merupakan salah satu pejabat yang selalu menjadi sorotan, hal ini terjadi paska viralnya provinsi lampung dengan keadaan jalan rusak dan mangkraknya pembangunan serta banyaknya pejabat yang bergaya mewah. 

Wakil gubernur lampung yang kerap dipanggil mbak nunik ini, memiliki beberapa rekam jejak kasus yang terjadi selama menjabat sebagai wakil gubernur. 

Pada tangal 1 mei 2019, Mbak nunik sempat dipanggil kpk terkait kasus dugaan gratifikasi Rp 95 miliar ke Bupati Lampung Tengah nonaktif Mustafa. Nunik dipanggil sebagai saksi yang saat itu masih menjabat sebagai bupati lampung timur. 

Sumber Antara Foto/Nova Wahyudi 3 maret 2019


Diketahui, KPK menetapkan Mustafa sebagai tersangka karena diduga menerima fee dari ijon proyek di Dinas Bina Marga Lampung Tengah. Namun Kasus tersebut Nunik berhasil lolos dan hanya ditetapkan sebagai saksi. 

Pada Kamis 4 Maret 2021. Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Chusnunia Chalim Kembali menjadi saksi dalam sidang kasus korupsi mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa, di Pengadilan Tipikor Bandarlampung, Lampung. 

Dan kembali saat sidang tersebut Chusnunia Chalim lolos serta hanya sebagai saksi dalam kasus persidangan lanjutan yang melibatkan mantan bupati lampung tengah mustofa. 

Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim pada tanggal 17 mei 2023 dipanggil KPK terkait Laporan Hasil Kekayaan Penyelenggara Negara atau LHKPN, hal tersebut dikarenakan karena adanya temuan ketidaksesuaian antara kekayaan yang dimilikinya dengan yang dilaporkan ke  KPK melalui LHKPN. 

Ironisnya sampai saat ini KPK belum memberikan keterangan terkait hasil pemeriksaan terhadap Wakil Gubernur Lampung, yang diduga bahwa Wakil Gubernur Lampung tersebut kembali akan lolos dari Pemeriksaan tersebut. 

 

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar