PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk Siapkan Kawasan Pasar Minggu Menjadi Pusat Perdagangan dan Hunian Terintegrasi

Uwrite.id - Jakarta - Langkah strategis diambil oleh PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) dalam melebarkan sayap bisnisnya. Melalui anak usahanya, PT Ratu Karya, perusahaan resmi menjalin kemitraan dengan Perumda Pasar Jaya untuk mentransformasi kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Proyek pengembangan ini mengusung konsep Transit-Oriented Development (TOD) yang mengintegrasikan pusat aktivitas ekonomi dengan jaringan transportasi publik.
Pengembangan kawasan tersebut dilakukan PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) melalui anak usahanya, PT Ratu Karya, bersama Perumda Pasar Jaya.
Kerja sama pengembangan ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di Kantor Pusat Perumda Pasar Jaya, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
MoU tersebut ditandatangani Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan Widiyanto dan Direktur PT Ratu Karya Tessar Haditiya.
Penandatanganan turut disaksikan Direktur Utama BIKE Eric Kusuma serta jajaran manajemen kedua perusahaan.
Eric mengatakan, proyek pengembangan kawasan Pasar Minggu diperkirakan membutuhkan investasi hampir Rp1 triliun.
"Investasinya diperkirakan hampir mencapai Rp1 triliun," ujar Eric seusai penandatanganan MoU di Jakarta.
Menurut Eric, pengembangan kawasan tidak hanya berfokus pada aktivitas perdagangan.
Sejumlah fasilitas penunjang juga direncanakan hadir, mulai dari kios dan los untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), rumah susun, rumah sakit, gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga food court.
Terhubung dengan Transportasi Umum
Konsep TOD dipilih dengan mempertimbangkan posisi kawasan Pasar Minggu yang berdekatan dengan Stasiun Pasar Minggu dan terminal angkutan umum.
Tapak yang masuk dalam rencana pengembangan berada pada radius sekitar 0-200 meter dari stasiun.
Kondisi tersebut dinilai mendukung pengembangan kawasan yang mengintegrasikan pusat perdagangan, hunian, perkantoran, fasilitas publik, dan transportasi umum.
Pasar Minggu sendiri selama ini menjadi salah satu kawasan dengan aktivitas perdagangan dan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi di Jakarta Selatan.
Selain Stasiun Pasar Minggu, kawasan tersebut terhubung dengan sejumlah moda transportasi umum seperti Transjakarta, JakLingko, angkutan kota Depok, KWK, hingga mikrolet.
Melalui konsep TOD, penataan kawasan diarahkan untuk meningkatkan konektivitas sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan.
Perdagangan Akan Ditata
Dalam rancangan awal, aktivitas perdagangan nantinya akan ditata berdasarkan jenis usaha.
Sejumlah komoditas seperti elektronik, emas, perhiasan, swalayan, dan optik direncanakan ditempatkan dalam kawasan trade centre.
Penataan ini diharapkan membuat aktivitas perdagangan lebih terorganisasi dan mengurangi konsentrasi kegiatan pada area pasar.
Kawasan terpadu juga akan dilengkapi perkantoran serta area komersial yang dapat menunjang kebutuhan masyarakat, penghuni, dan pengunjung.
Meski dikembangkan dengan konsep kawasan modern, fungsi pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat tetap dipertahankan.
Pasar tradisional selama ini menjadi ruang usaha bagi pedagang dan pelaku UMKM.
Karena itu, revitalisasi kawasan tidak hanya diarahkan pada pembangunan fisik, tetapi juga penataan aktivitas perdagangan agar lebih nyaman dan efisien.
Selanjutnya, BIKE dan Perumda Pasar Jaya akan melakukan kajian lanjutan terkait perencanaan kawasan, skema pembangunan, hingga aspek implementasi proyek.
Pengembangan berbasis TOD tersebut diharapkan dapat membentuk kawasan Pasar Minggu yang lebih terintegrasi antara perdagangan dan transportasi, sekaligus tetap mempertahankan fungsi ekonomi pasar bagi masyarakat.
Sumber: https://www.mediapatriot.co.id/2026/09/18/investasi-hampir-rp1-triliun-bike-dan-pasar-jaya-siapkan-revitalisasi-pasar-minggu/

Tulis Komentar