Profil Prof. Asep Nana Mulyana, Wakil Jaksa Agung RI Baru

Uwrite.id - Jakarta - Pelantikan Prof. Dr. Asep Nana Mulyana, S.H., M.Hum sebagai Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia pada 24 Juli 2026 menandai puncak dari perjalanan karir hampir 30 tahun di Kejaksaan. Pria kelahiran Tasikmalaya, 14 Agustus 1969 ini bukan nama baru di lingkungan hukum. Sebelumnya ia menjabat Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum sejak 11 Juni 2024, dan sempat dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Wakil Jaksa Agung sejak 31 Juli 2025.
Di usia 56 tahun, Asep kini menjadi orang nomor dua di Kejaksaan Agung. Jabatan yang pernah diisi nama-nama besar seperti Sunarta, Feri Wibisono, hingga Arminsyah.
Awal Karir: Dimulai dari Staf Diklat
Lulus S1 dari Fakultas Hukum Universitas Mataram pada 1994, Asep tidak langsung menjadi jaksa penuntut. Langkah pertamanya di Kejaksaan dimulai tahun 1996 sebagai staf di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI. Dua tahun kemudian ia pindah menjadi staf Tata Usaha di Kejaksaan Negeri Semarang.
Titik balik terjadi pada tahun 2000. Saat mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa Angkatan I-VIII, Asep meraih predikat peserta terbaik. Sejak itu karirnya bergerak cepat. Ia ditempatkan sebagai Jaksa Fungsional di Kejari Semarang, lalu dipercaya memegang jabatan struktural di bidang intelijen dan penuntutan.
Rekam jejaknya cukup beragam. Pernah menjadi Kepala Seksi Intelijen di Kejari Kalianda, Gresik, dan Bale Bandung. Kemudian menjadi Kepala Seksi Penuntutan di Kejati DKI Jakarta. Tahun 2009, ia kembali ke dunia pendidikan sebagai Kepala Sub Bidang Pengajaran di Badan Diklat Kejaksaan.
Naik Kelas: Dari Kajari Hingga Kajati
Tahun 2011-2012 menjadi masa transisi penting. Asep dipercaya sebagai Plt. Kepala Kejaksaan Negeri Sumber, lalu definitif menjabat Kajari Stabat pada 2012. Setelah itu ia ditarik ke Kejaksaan Agung sebagai Kepala Bagian dan Kepala Subdirektorat di Jam Pidsus.
Pengalaman memimpin wilayah terus bertambah. Tahun 2014 ia menjabat Kajari Semarang. Setahun kemudian menjadi Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Sumatera Utara, sekaligus Asisten Khusus Jaksa Agung RI.
Puncak kepemimpinan daerahnya terjadi saat ia menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi Banten pada 2020, dan kemudian Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat pada 2021. Di Jabar, ia dikenal aktif membangun sinergi dengan Forkopimda dan elemen masyarakat untuk penguatan penegakan hukum.
Lintas Kementerian dan Kembali ke Kejagung
Menariknya, karir Asep tidak hanya di Kejaksaan. Pada 23 Februari 2023 ia ditunjuk sebagai Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan di Kementerian Hukum dan HAM. Selama kurang lebih 1 tahun 4 bulan, ia menangani harmonisasi dan pembentukan peraturan perundang-undangan.
Pada 11 Juni 2024, ia kembali ke rumah besar Adhyaksa sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum, menggantikan almarhum Fadil Zumhana. Di posisi ini, Asep banyak menyoroti penguatan keadilan restoratif dan efektivitas penuntutan.
Jabatan Plt. Wakil Jaksa Agung kemudian dipercayakan kepadanya pada 31 Juli 2025. Dan akhirnya, setahun kemudian ia dilantik definitif.
Akademisi yang Produktif
Selain sebagai jaksa, Asep juga dikenal sebagai akademisi. Ia meraih gelar Magister Ilmu Hukum dari Universitas Diponegoro dan Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Padjadjaran, keduanya dengan predikat cum laude. Saat ini ia menyandang gelar Profesor Kehormatan bidang Ilmu Hukum dari Universitas Pendidikan Indonesia.
Ia juga aktif menulis buku-buku hukum dan sering memberi motivasi kepada calon jaksa. Dalam pertemuan dengan siswa PPPJ Angkatan 82, ia berpesan: Menjadi jaksa berarti siap mengabdi, bukan hanya kepada negara, tetapi juga kepada nilai-nilai kebenaran.
Sejak 2025, ia juga menjabat Ketua Umum Persatuan Jaksa Indonesia periode 2025-2027.
Tantangan ke Depan
Sebagai Wakil Jaksa Agung, tantangan Asep tidak ringan. Isu korupsi, penegakan hukum yang berkeadilan, hingga modernisasi institusi Kejaksaan menjadi pekerjaan rumah besar. Dengan latar belakang yang pernah malang melintang di daerah, di pusat, hingga lintas kementerian, pengalaman Asep diharapkan mampu membawa Kejaksaan lebih adaptif.
Pelantikannya melengkapi jajaran pimpinan Kejaksaan Agung saat ini. Setelah sebelumnya posisi Wajagung dipegang Feri Wibisono dan Sunarta, kini tongkat estafet berada di tangan putra Tasikmalaya yang memulai karirnya dari staf Pusdiklat.
Bagi banyak jaksa muda, nama Asep Nana Mulyana menjadi bukti bahwa karir di Korps Adhyaksa bisa dibangun dari bawah, dengan konsistensi, integritas, dan kerja keras. (*)

Tulis Komentar