Profil Karier Bobby Adhityo Rizaldi: Auditor & Politikus

Uwrite.id - Jakarta - Karier Bobby Adhityo Rizaldi tidak terbentuk dalam semalam. Perjalanan panjangnya justru dimulai jauh sebelum ia duduk di kursi lembaga negara.
Dunia konsultan auditor dan korporasi perminyakan menjadi pijakan awal yang membentuk pemahamannya tentang tata kelola keuangan. Dari sanalah ia kemudian melangkah ke ranah politik dan pengawasan negara.
Langkah awal Bobby di dunia profesional dimulai di KPMG Hanadi Sujendro & Rekan. Di sana ia menimba ilmu sebagai auditor dan mengenal langsung praktik pemeriksaan keuangan perusahaan. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi kariernya ke depan.
Ia pun mulai membangun reputasi sebagai tenaga profesional yang teliti di bidang akuntansi.
Setelah menuntaskan studi MBA di Amerika Serikat, Bobby mendapat kesempatan bekerja di Robert Half, Inc. Ia menjabat sebagai Accountant dari tahun 1998 hingga 1999. Masa itu menjadi pengalaman pertamanya bekerja di lingkungan bisnis Amerika. Kompetensinya di bidang laporan keuangan pun semakin terasah di sana.
Kepulangannya ke Indonesia tidak menghentikan langkahnya.
Bobby kemudian bergabung dengan Deloitte Touche Tohmatsu, salah satu kantor akuntan besar dunia. Tak lama berselang, ia hijrah ke sektor energi dan bekerja di ConocoPhillips Indonesia. Di perusahaan migas itu ia dipercaya sebagai Financial Analyst pada periode 2002 sampai 2004.
Pengalaman di sektor swasta mengantarkannya ke lembaga negara. Pada 2004 hingga 2008 Bobby dipercaya menjadi pengawas di BP Migas Jakarta. Tugasnya adalah memastikan kegiatan usaha hulu migas berjalan sesuai aturan. Jabatan tersebut memperluas wawasannya tentang tata kelola sumber daya negara.
Bobby dilahirkan di Jakarta pada 25 Februari 1974. Masa kecil hingga remajanya dihabiskan di ibu kota dengan menempuh pendidikan formal secara runtut.
Ia bersekolah di SDN 07 Tebet Timur, lalu melanjutkan ke SMPN 115 Jakarta. Jenjang SMA ia selesaikan di SMAN 3 Jakarta, sekolah yang dikenal melahirkan banyak alumni berprestasi.
Selepas SMA, Bobby melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Trisakti. Ia memilih jurusan Akuntansi sebagai bidang keahliannya. Setelah lulus S1, ia melanjutkan studi ke luar negeri dan meraih gelar MBA dari Cleveland State University, Ohio, pada 1998. Gelar itu menambah kedalaman pemahamannya di bidang manajemen dan keuangan. Dahaga akan ilmu tidak berhenti di situ. Pada 2022, di tengah kesibukan sebagai pejabat publik, Bobby kembali ke bangku kuliah. Ia mengambil program doktoral di Universitas Pertahanan RI, Jakarta. Langkah ini menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas akademik. Ia ingin memperkuat pemahaman tentang kebijakan pertahanan dan tata kelola negara.
Selain pendidikan formal, Bobby juga melengkapi dirinya dengan sertifikasi profesi. Ia menyandang gelar Akuntan, Chartered Accountant, Certified Fraud Examiner, hingga Certified State Finance Auditor.
Deretan sertifikat itu menegaskan kompetensinya di bidang audit dan pencegahan kecurangan. Dengan bekal itu, ia dinilai memiliki kapasitas kuat di bidang pengawasan keuangan.
Sebelum beralih ke BPK, nama Bobby sudah lebih dulu dikenal di Senayan.
Ia tiga kali terpilih sebagai anggota DPR RI melalui Partai Golkar. Selama di parlemen, ia aktif di komisi yang berkaitan dengan keuangan dan energi. Pengalaman legislatif itu menjadi jembatan baginya untuk memahami kebijakan anggaran negara.
Kini Bobby mengemban tugas baru sebagai Anggota V BPK RI periode 2024-2029.
Di lembaga itu ia bertugas mengawasi pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Jabatan ini menempatkannya pada posisi strategis dalam sistem akuntabilitas publik. Perjalanan dari auditor, eksekutif, legislator, hingga pemeriksa negara pun kian lengkap.
Nama Bobby belakangan masuk radar KPK. Lembaga itu sedang mendalami dugaan keterlibatannya dalam kasus suap. Kasus yang disorot terkait pengondisian hasil audit BPK terhadap Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Sebagai langkah penyidikan, penyidik KPK melakukan penggeledahan di kediaman Bobby pada 14 Juli 2026. Penggeledahan dilakukan untuk mengumpulkan alat bukti.
Hingga saat ini KPK belum menaikkan status Bobby. Ia masih berstatus sebagai pihak yang didalami dalam perkara tersebut. Anggota BPK Bobby Adhityo Rizaldi menjadi perhatian publik setelah KPK mengusut dugaan suap pengondisian hasil audit di Muara Enim. Penyelidikan ini sekaligus menjadi ujian integritas bagi lembaga pemeriksa keuangan negara. (*)

Tulis Komentar