Presiden Prabowo Optimis Cadangan Pangan Indonesia Saat Ini Terbesar Sepanjang Sejarah dan di Tengah Konflik Dunia

Uwrite.id - Jakarta - Presiden Prabowo memiliki optimisme tinggi melihat realitas saat ini di mana Cadangan Pangan Indonesia adalah yang terbesar sepanjang sejarah dan di tengah konflik dunia.
Prabowo menyampaikan hal tersebut dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara. Besarnya cadangan pangan Indonesia ini, merupakan hasil dari strategi pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan berada di jalur yang tepat.
“Alhamdulillah, arah kita di bidang pangan cukup berhasil, cadangan yang ada di pemerintah sekarang terbesar sepanjang sejarah dan di tengah-tengah konflik dunia," ujar Prabowo.
Keberhasilan ini, merupakan hasil kerja sama atau teamwork pemerintah yang dilanjutkan dari masa transisi Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Ia menekankan, langkah cepat menjadi salah satu kunci keberhasilan. Karena itu, Prabowo menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh jajaran kementerian dan lembaga yang terlibat dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.
"Alhamdulillah dengan langkah-langkah yang cepat dan terus terang saja dengan transisi yang baik antara Presiden Joko Widodo dan saya, kita bisa dalam posisi sekarang, produksi pangan kita bisa saya sampaikan berada dalam kondisi yang aman dan kuat," ujarnya.
Prabowo menegaskan bahwa produksi pangan adalah faktor strategis bagi kedaulatan bangsa. Pihaknya tidak pernah percaya bahwa suatu bangsa bisa merdeka kalau dia tidak bisa memproduksi pangannya sendiri.
"Tidak ada dalam sejarah manusia. It does not happen. It will not happen. Tidak ada negara yang merdeka berdaulat tanpa dia bisa produksi makannya sendiri. Karena itu produksi pangan bagi saya adalah strategis," tegasnya.
Ia menekankan kondisi saat ini di mana eskalasi geopolitik dunia meningkat, lebih rumit dari awal pemerintahannya dimulai pada 20 Oktober 2024 lalu. Tak hanya itu, pihaknya menegaskan pentingnya persatuan bangsa dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
"Kita mulai pemerintahan kita 20 Oktober, situasi geopolitik dan geoekonomi tidak serumit sekarang. Sekarang tidak hanya kita menghadapi dampak dari perang di mana-mana, konflik di mana-mana," kata Prabowo.
Ia merinci berbagai konflik yang terus berlangsung, mulai dari Ukraina, Gaza, Tepi Barat, Lebanon, dan Suriah yang telah menjatuhkan banyak korban sipil, hingga ketegangan Israel-Iran serta konflik India-Pakistan.
Bahkan, di kawasan Asia Tenggara, Prabowo menyoroti krisis di Myanmar yang tak kunjung selesai. Serta munculnya ketegangan baru antara Kamboja dan Thailand.
"Konflik di Ukraina, konflik di Timur Tengah, Gaza, Tepi Barat, Lebanon, Syria, yang begitu dahsyat, yang memakan korban begitu banyak di depan mata seluruh dunia. Perempuan, anak-anak kecil, puluhan ribu dibantai. Kita juga lihat konflik Israel-Iran, di mana negara adikuasa pun ikut," jelasnya.
Selain geopolitik, tantangan geoekonomi juga ikut membayangi. Prabowo menyorot ketidakpastian global yang dipicu kebijakan tarif baru Amerika Serikat. Meski begitu, ia menegaskan Indonesia mampu menghadapinya dengan tenang berkat kerja solid tim ekonomi pemerintah.
"Saya terima kasih saudara-saudara bekerja dengan tim sebagai tim yang baik. Menteri Koordinator Perekonomian dengan timnya dibantu oleh Menteri Keuangan, Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan. Dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional, dengan timnya juga Menteri Investasi. Semua melaksanakan, Menteri Luar Negeri dengan diplomasinya, kita bergerak sebagai satu tim," jelasnya. (*)

Tulis Komentar