Presiden Prabowo Gelar Dialog dengan 1.100 Akademisi dari Seluruh Indonesia 

Pendidikan | 18 Jan 2026 | 20:38 WIB
Presiden Prabowo Gelar Dialog dengan 1.100 Akademisi dari Seluruh Indonesia 
Presiden RI Prabowo Subianto menggelar dialog dengan lebih dari 1.100 akademisi yang terdiri atas rektor, dekan, dan guru besar dari berbagai perguruan tinggi/Foto: Istimewa

Uwrite.id - Presiden RI Prabowo Subianto menggelar pertemuan dialog dengan lebih dari 1.100 akademisi yang terdiri atas rektor, dekan, dan guru besar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, Kamis (15/1/2026).

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa dialog tersebut merupakan agenda Presiden untuk membangun komunikasi dua arah dengan kalangan akademisi.

“Ini bukan pemanggilan, tetapi forum diskusi. Presiden ingin berdialog langsung dengan para intelektual bangsa,” kata Prasetyo di kompleks Istana Negara.

Ia menjelaskan, Presiden Prabowo ingin memberikan pembaruan mengenai situasi geopolitik global yang tengah bergejolak, sekaligus memaparkan rencana besar pemerintah ke depan.

“Presiden hari ini membangun komunikasi dengan para rektor dan guru besar dari kampus negeri maupun swasta,” ujarnya.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan antusiasme akademisi dalam dialog tersebut sangat tinggi. Tercatat perwakilan dari 365 perguruan tinggi negeri dan swasta menghadiri kegiatan tersebut.

Menurut Brian, intensitas dialog yang dilakukan Presiden Prabowo dengan akademisi dalam setahun terakhir menunjukkan bahwa pendidikan tinggi menjadi prioritas dalam pembangunan nasional.

“Ini adalah sinyal kuat agar perguruan tinggi berperan aktif dan berada di garis depan pembangunan bangsa,” katanya.

Dialog ini diharapkan melahirkan kolaborasi nyata antara riset perguruan tinggi dan kebijakan pemerintah guna mendukung pencapaian target pembangunan nasional.***

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar