Presiden Prabowo: Ekonomi Desa dan Ketahanan Pangan Kunci Hadapi Gejolak Dolar AS

Uwrite.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi desa sebagai fondasi menghadapi gejolak ekonomi global, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Hal itu disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan 1.062 Koperasi Desa Merah Putih yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (16/5/2026). Dalam pidatonya, Prabowo menyebut masyarakat desa relatif lebih tahan menghadapi tekanan kurs karena kebutuhan pokok mereka sebagian besar berasal dari produksi lokal.
“Mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa nggak pakai dolar,” ujar Prabowo.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah penguatan dolar AS yang sempat mendorong nilai tukar rupiah menyentuh level Rp17.596 per dolar AS. Meski begitu, Presiden Prabowo meminta masyarakat tidak panik dan tetap percaya terhadap kekuatan ekonomi nasional.
Menurut dia, Indonesia memiliki modal besar untuk menghadapi tekanan global karena ditopang sumber daya alam yang melimpah, sektor pertanian yang kuat, serta besarnya potensi ekonomi rakyat di daerah.
Presiden Prabowo menilai dampak penguatan dolar paling dirasakan sektor yang bergantung pada impor dan aktivitas luar negeri. Sementara masyarakat desa yang bertumpu pada hasil pertanian, peternakan, dan produksi lokal dinilai lebih tangguh menghadapi gejolak global.
Baca Juga: Petani Wonogiri Dapat Alsintan Rp5 Miliar dari Program Pemerintahan Prabowo–Gibran
Karena itu, pemerintah terus mendorong percepatan swasembada pangan sebagai strategi memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Program tersebut dinilai penting agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada impor bahan pangan maupun kebutuhan strategis lainnya.
Pemerintah juga memperkuat berbagai program pendukung, mulai dari pembangunan irigasi, distribusi pupuk, modernisasi pertanian, hingga penguatan koperasi desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Koperasi Desa Merah Putih sendiri diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi rakyat di tingkat pedesaan. Pemerintah berharap koperasi mampu memperkuat distribusi hasil pertanian, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku UMKM desa.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kedaulatan bangsa di tengah ketidakpastian global.
Menurutnya, negara yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri akan lebih kuat menghadapi tekanan eksternal, termasuk gejolak kurs dan krisis ekonomi dunia.
“Percaya kepada kekuatan kita. Percaya kepada rakyat kita,” kata Prabowo.
Di tengah tekanan terhadap rupiah, pemerintah tetap optimistis ekonomi Indonesia memiliki fundamental yang kuat. Konsumsi domestik yang besar, kekayaan sumber daya alam, dan penguatan sektor riil dinilai menjadi modal utama menjaga stabilitas nasional.

Tulis Komentar