Prabowo: Bangsa Besar Harus Bangga Budayanya, Jangan Minder dengan Negara Lain

Peristiwa | 12 Apr 2026 | 10:29 WIB
Prabowo: Bangsa Besar Harus Bangga Budayanya, Jangan Minder dengan Negara Lain
Presiden Prabowo Subianto saat membuka Munas XVI IPSI di Jakarta, Sabtu (11/4/2026), menekankan pentingnya kebanggaan terhadap budaya nasional. (Foto: Bakom RI)

Uwrite.id - Presiden Republik Indonesia menegaskan pentingnya sikap bangga terhadap budaya sendiri sebagai fondasi kekuatan bangsa.

Pesan itu ia sampaikan saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVI , Sabtu (11/4/2026).

Menurut Prabowo, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati budaya, termasuk menghargai warisan leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati budaya sendiri. Bangsa yang besar menghormati orang tuanya, leluhurnya,” ujarnya.

Ia menilai, penghormatan terhadap budaya tidak sekadar simbolik, tetapi juga berkaitan langsung dengan kekuatan jiwa dan semangat suatu bangsa.

Dalam pengamatannya, negara-negara yang maju dan makmur umumnya memiliki rasa bangga yang kuat terhadap identitas budaya mereka.

Singgung Mental Minder 

Prabowo juga menyinggung fenomena psikologis yang sempat berkembang di Indonesia, yakni rasa rendah diri atau inferiority complex terhadap bangsa lain.

Ia berkaca dari sejarah, ketika sebagian kalangan terdidik di masa lalu cenderung mengagungkan hal-hal yang berasal dari luar negeri.

Menurutnya, pola pikir seperti itu perlahan membentuk sikap minder yang justru menghambat kemajuan bangsa.

Padahal, Indonesia memiliki banyak keunggulan, terutama dalam hal kekayaan budaya yang unik dan tidak dimiliki negara lain.

Bangga dengan Identitas Sendiri 

Karena itu, Prabowo mengajak masyarakat untuk mulai membangun kebanggaan terhadap identitas budaya sendiri, termasuk dalam hal sederhana seperti pakaian tradisional.

“Kita bangga pakai teluk belanga. Kita bangga pakai kopiah. Kita bangga pakai sarung. Kita bangga pakai songket. Ini budaya kita,” ujarnya.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa sikap bangga terhadap budaya sendiri bukan berarti menutup diri dari pengaruh luar.

Menurut dia, Indonesia tetap harus menghormati bangsa lain, namun tidak boleh kehilangan jati diri.

“Kita bangga dengan budaya kita sendiri. Kita hormat sama semua negara, tapi kita tidak boleh lupa bangsa kita sendiri,” kata Prabowo.***

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar