Politisasi Sambutan di Idul Khotmi Tijaniyah oleh Yaqut Dikritik IMM DKI

Politik | 07 Sep 2023 | 14:36 WIB
Politisasi Sambutan di Idul Khotmi Tijaniyah oleh Yaqut Dikritik IMM DKI
Pernyataan yang dicetuskan Menag Yaqut pada Tablig Akbar Idul Khotmi Nasional Thoriqoh Tijaniyah ke-231 di Pondok Pesantren Az-Zawiyah, Tanjung Anom, Garut, Jawa Barat menuai polemik.

Uwrite.id - Pernyataan yang dicetuskan Menag Yaqut pada Tablig Akbar Idul Khotmi Nasional Thoriqoh Tijaniyah ke-231 di Pondok Pesantren Az-Zawiyah, Tanjung Anom, Garut, Jawa Barat menuai polemik.

Yaqut mengajak masyarakat untuk mengecek rekam jejak bakal calon presiden (capres) untuk Pilpres 2024. Dia menyebutkan bahwa masyarakat jangan sampai memilih sosok pemimpin yang telah menggunakan agama untuk kepentingan politik.

Apabila yang bersangkutan memiliki rekam jejak memecah belah umat, Yaqut menyerukan agar jangan dipilih.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) DKI Jakarta Ari Aprian Harahap mempertanyakan sosok capres yang dimaksud Menag Yaqut.

Sebab, menurut Ari, ketiga kandidat bakal capres yang muncul ke permukaan publik, seperti Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan tidak ada yang menggunakan isu soal agama.

"Tidak ada angin dan tidak ada hujan, tiba-tiba Gus Menag membuat pernyataan ini. Hal ini tentunya menimbulkan pertanyaan siapa yang dimaksud Menag ini, karena ketiga Capres saat ini tidak ada yang menyinggung soal agama," kata Ari dalam keterangannya di Jakarta, Rabu 6 September 2023.

Ari berharap, Menag Yaqut berani menyebutkan nama sosok yang dimaksudkannya itu. Sebab, apabila tidak dapat menjawab siapa pemimpin yang dimaksud maka sama saja dengan menyebarkan fitnah kepada publik.

"Kalau Gus Menag tidak menjawab hal ini, sama saja Beliau telah menyebarkan fitnah dan menghasut publik. Justru pernyataan beliau yang bisa memicu kontroversi dan perpecahan ummat," ujarnya.

Ari menyayangkan pernyataan Menag Yaqut tersebut yang dinilainya malah dapat memicu kontroversi. Sebagai Menag, kata Ari, harusnya Yaqut cukup tagih komitmen ketiga kandidat bakal capres untuk menjamin hak beragama masyarakat.

"Tak usah mengajak publik untuk tidak memilih pemimpin yang gunakan agama jadi alat politik, Sebab, hingga saat ini ketiga Capres tidak ada yang menyinggung soal ini. Dan masyarakat kita sudah paham betul bahwa politik identitas harus ditinggalkan," tandasnya. 

Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas mengimbau masyarakat agar tidak memilih pemimpin yang memecah belah umat dan menggunakan agama sebagai alat politik. 

"Harus dicek betul. Pernah nggak calon pemimpin kita, calon presiden kita ini, memecah belah umat. Kalau pernah, jangan dipilih," kata Menag Yaqut dalam keterangannya, Minggu 3 September 2023.

Yaqut juga meminta masyarakat tidak memilih calon pemimpin yang menggunakan agama sebagai alat politik untuk memperoleh kekuasaan. 

"Agama seharusnya dapat melindungi kepentingan seluruh umat, masyarakat. Umat Islam diajarkan agar menebarkan Islam sebagai rahmat, rahmatan lil 'alamin, rahmat untuk semesta alam. Bukan rahmatan lil Islami, tok," tandasnya. (*)

 

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar