Politikus Gerindra, Kawendra Lukistian Minta Maaf dan Setuju Tunjangan Rumah DPR Dievaluasi

Politik | 31 Aug 2025 | 04:04 WIB
Politikus Gerindra, Kawendra Lukistian Minta Maaf dan Setuju Tunjangan Rumah DPR Dievaluasi
Anggota Komisi VI DPR Kawendra Lukistian menyampaikan rasa belasungkawa dan turut menyerukan agar penyampaian aspirasi tidak berujung anarkhi.

Uwrite.id - Jakarta - Garis pertahanan terakhir di jantung demokrasi Indonesia akhirnya runtuh. Setelah bersitegang selama berjam-jam, massa aksi yang bertahan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, berhasil menjebol pagar Gedung DPR RI pada Minggu (31/08) dini hari. 

Hal ini bisa jadi merupakan titik klimaks dari rentetan gelombang aksi unjuk rasa yang kembali terjadi di sejumlah daerah Indonesia. Insiden di Makassar menelan korban jiwa, termasuk seorang staf DPRD bernama Abay yang terjebak saat Gedung DPRD dibakar massa. 

Menanggapi hal itu, anggota Komisi VI DPR Kawendra Lukistian menyampaikan rasa belasungkawa dan turut menyerukan agar penyampaian aspirasi tidak berujung pada kerusuhan yang merugikan masyarakat. 

“Kehidupan adalah hak asasi tertinggi, kehilangan nyawa tak pernah layak dijadikan harga atas alasan apa pun. Saya secara pribadi maupun sebagai kader Pak Prabowo memohon maaf sebesar-besarnya atas segala ketidaksempurnaan kami di DPR,” kata Kawendra, Sabtu (30/08).  

Kawendra mengingatkan aksi massa semestinya dilakukan dengan damai dan tidak merusak fasilitas umum.

“Menyampaikan aspirasi tentu silakan, tapi jangan rusak fasum, jangan menjarah, jangan bakar gedung pemerintahan. Ingat, di dalamnya masih ada rakyat yang bekerja sebagai staf, office boy, kurir, dan lainnya,” tambahnya. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar