Polarisasi Isu dan Kaum Pemuda sebagai Komoditi Pemilu 2024

Politik | 24 Dec 2023 | 22:49 WIB
Polarisasi Isu dan Kaum Pemuda sebagai Komoditi Pemilu 2024
dalam pernyataan sikapnya, Vladima Mahardika menyebut bahwa pada hari ini, Kepresma Usakti menekankan agar kaum intelektual untuk terus menonjolkan karakter intelektualitas mereka.

Uwrite.id - “Dalam pemilu kali ini kami menyoroti adanya berbagai hal yang baru, terutama adanya putusan MK yang ‘memodifikasi’ ketentuan usia calon untuk berkontestasi memperebutkan amanah rakyat,” ungkap Kapresma Usakti, Vladima kepada Uwrite.id, Ahad ini (24/12), dalam pernyataan sikap Kepresidenan Mahasiswa Usakti (Kepresma Usakti), di Kampus Usakti, Grogol, Jakarta Barat. 

Kedua, tambah Kapresma lagi, secara demografis pemilu kali ini diwarnai dengan adanya beragam “first voter” berupa para pemilih baru dan anak muda dengan jumlah kurang lebih 56% dari populasi.

"Hal ini memicu pola-pola yang lahir seperti relawan untuk paslon dari para kaum muda dan bahkan intelektualitas," imbuh Kapresma Universitas Trisakti, Vladima Insan Mardika.

Lebih lanjut dalam pernyataan sikapnya, Vladima Mahardika menilai bahwa pada hari ini, Kepresma Usakti menekankan agar kaum intelektual untuk terus menonjolkan karakter intelektualitas mereka, yakni berbicara kebenaran dan mengekspos kebohongan.

"Para intelektual harusnya berada di barisan para rakyat dan menganalisis penuh janji-janji kampanye, kapabilitas paslon sebagai bentuk pengawalan pemilu itu sendiri," komentarnya.

Kapresma Usakti, Vladima Insan Mahardika memaparkan pula, para mahasiswa pun bagi Kepresma Usakti tidak bijak rasanya apabila terlibat dengan kepentingan politik praktis, apalagi hingga berada pada tahap terkontaminasi akut akan kepentingan politik elite.

"Karena hal ini akan bisa atau mampu menimbulkan perpecahan antar gerakan, dan khususnya gerakan mahasiswa," ujar Vladima.

Oleh karena itu, Vladima menegaskan bahwa Kepresma Usakti berprinsip mahasiswa harus tetap setia di barisan rakyat, tidak terseret arus kepentingan elite politik dan menggaungkan politik praktis yang notabene tidak akan memberikan kemenangan utuh bagi rakyat.

Maka Kepresma Usakti mengharapkan, pemilu kali ini dikawal dengan intelektualitas, uji pikir dan gagasan serta karakter para calon, demi kepentingan rakyat, bukan untuk elite politik.

Terakhir, Kapresma Usakti menyerukan upaya penghentian berbagai bentuk politik atau unsur apapun yang mampu memicu perpecahan. "Cerminkan kaum intelektual yang setia di garis rakyat!," ujar Kapresma Trisakti, Vladima Insan Mahardika menutup secara singkat pernyataannya. (W*N)
 

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar