Pilot Sibuk Ngonten Saat Terbang, Dua Jet Tempur Korsel Tabrakan di Udara

Uwrite.id - Sebuah insiden tak lazim terjadi di langit Daegu, Korea Selatan, ketika dua jet tempur canggih milik Angkatan Udara Korea Selatan bertabrakan di udara saat menjalankan misi penerbangan. Peristiwa yang terjadi pada tahun 2021 itu baru terungkap ke publik setelah hasil investigasi resmi dirilis oleh Seoul’s Board of Audit and Inspection.
Bukan karena kerusakan mesin atau gangguan teknis, kecelakaan tersebut justru dipicu oleh kelalaian manusia. Seorang pilot diketahui sibuk mengambil foto dan video di tengah penerbangan demi mengabadikan momen terakhirnya bersama unit militer.
Dalam laporan investigasi, dewan audit menyebut kebiasaan mengambil foto saat penerbangan memang bukan hal asing di lingkungan militer Korea Selatan.
“Mengambil foto pada momen penerbangan penting merupakan praktik yang lazim di kalangan pilot pada saat itu,” ungkap juru bicara Seoul’s Board of Audit and Inspection, seperti dikutip BBC News.
Saat itu, pilot yang bertugas sebagai wingman atau pesawat pendamping telah menyampaikan keinginannya untuk berfoto dalam sesi briefing sebelum misi dimulai. Ia dijadwalkan terbang mendampingi pesawat utama (lead aircraft) dalam formasi standar.
Baca Juga: Presiden Prabowo Terima Penghargaan Tertinggi dari Korea Selatan, Perkuat Hubungan Bilateral
Misi berjalan normal hingga perjalanan pulang ke pangkalan. Di tengah penerbangan, pilot wingman mulai mengambil foto menggunakan ponsel pribadinya. Di saat bersamaan, pilot di pesawat utama meminta rekannya di kokpit untuk merekam video pesawat wingman tersebut.
Diduga ingin mendapatkan angle terbaik, pilot wingman tiba-tiba menaikkan ketinggian pesawat dan memiringkannya ke arah kamera. Manuver mendadak itu membuat jarak antar-kedua jet tempur F-15K semakin dekat dan berbahaya.
Menyadari potensi tabrakan, pilot pesawat utama segera menurunkan ketinggian secara cepat untuk menghindar. Namun ruang gerak yang sempit membuat benturan tak terelakkan.
Dua jet tempur itu akhirnya saling menghantam di udara.
Benturan menyebabkan kerusakan serius pada kedua pesawat. Sayap kiri pesawat utama rusak, sementara stabilisator ekor pesawat wingman mengalami kerusakan cukup parah. Meski demikian, seluruh pilot berhasil selamat tanpa luka.
Kerugian akibat insiden ini ditaksir mencapai 880 juta won atau sekitar Rp10,2 miliar.
Meski dinilai menjadi penyebab utama kecelakaan, pilot wingman juga mendapat catatan positif karena berhasil mengendalikan pesawatnya dalam kondisi kritis dan mencegah kecelakaan lebih fatal.
“Pilot tersebut memiliki rekam jejak yang baik dan berhasil mencegah kerusakan lebih parah dengan mengendalikan pesawatnya agar kembali dengan aman,” tulis perwakilan Dewan Audit dan Inspeksi Seoul.
Baca Juga: Tingkat Kepuasan Publik 80%, Presiden Prabowo Dipuji Presiden Korea Selatan
Pasca-insiden, Angkatan Udara Korea Selatan langsung menonaktifkan pilot wingman tersebut. Tak lama kemudian, ia keluar dari dinas militer dan kini bekerja di maskapai penerbangan komersial.
Pihak militer sempat menuntut pilot tersebut mengganti seluruh biaya perbaikan senilai 880 juta won. Namun setelah banding diajukan, dewan audit memutuskan sang pilot hanya wajib membayar sekitar 88 juta won, atau sepersepuluh dari nilai kerugian.
Menurut dewan audit, tanggung jawab tidak sepenuhnya berada di tangan pilot. Angkatan Udara Korea Selatan dinilai lalai karena tidak memiliki aturan ketat terkait penggunaan kamera atau perangkat pribadi selama penerbangan.
“Angkatan udara juga harus menanggung sebagian tanggung jawab karena tidak mengatur penggunaan kamera pribadi oleh pilot dengan semestinya,” tegas perwakilan Seoul’s Board of Audit and Inspection.
Kasus ini menjadi perhatian publik internasional karena menunjukkan bagaimana budaya dokumentasi di era media sosial dapat berdampak serius, bahkan dalam operasi militer berisiko tinggi.
Insiden tersebut kini menjadi pelajaran penting bagi militer di berbagai negara untuk memperketat disiplin operasional, terutama terkait penggunaan perangkat pribadi di tengah tugas.

Tulis Komentar