Petinggi PBNU Bantah Klaim Cak Imin, Aspirasi Warga NU Dititipkan ke Semua Partai Politik

Politik | 07 Aug 2023 | 09:43 WIB
Petinggi PBNU Bantah Klaim Cak Imin, Aspirasi Warga NU Dititipkan ke Semua Partai Politik
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar saat mengikuti kegiatan tasyakuran satu abad NU di markas DPP PKB, Jakarta, 5 Februari 2023. (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)

Uwrite.id - Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Sulaeman Tanjung, dengan tegas membantah pernyataan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Menurut Sulaeman, PBNU tidak pernah memberikan mandat atau aspirasi khusus kepada PKB.

Pernyataan ini sebagai respons atas klaim Cak Imin yang menyebut PKB sebagai bagian dari PBNU dan berencana memanfaatkan organisasi tersebut sebagai daya tarik untuk kepentingan Pemilu 2024.

"Tidak pernah ada titipan aspirasi atau mandat khusus ke PKB. Adapun aspirasi warga NU kami dititipkan kepada semua aktor dan partai politik yang ada. Jadi, perlu dicatat ya, tidak hanya PKB," ujar Sulaeman dikutip dari CNN Indonesia, Minggu (6/8/23).

Lebih lanjut, Sulaeman menegaskan bahwa klaim Muhaimin yang menyatakan PKB mendapatkan mandat perjuangan dari NU adalah salah.

"Kalau Muhaimin bilang PKB dapat mandat perjuangan dari NU, itu salah," tambahnya.

Menurutnya, PKB hanya dipilih oleh kurang dari 10 persen warga NU atau Nahdliyin, sementara mayoritas sebesar 90 persen enggan bersama PKB.

"Ini yang harus menjadi PR (pekerjaan rumah) PKB. Jangan hanya mengklaim tapi kenyataannya mayoritas warga NU tidak menitipkan aspirasinya melalui PKB," tegas Sulaeman.

Ia juga menambahkan bahwa PKB perlu bekerja keras untuk mendapatkan dukungan lebih banyak dari warga Nahdliyin dengan aksi nyata, bukan hanya klaim semata.

"Silakan dibuktikan dengan upaya-upaya konkret memperjuangkan aspirasi NU. Tidak hanya main klaim dengan pernyataan-pernyataan saja," ungkapnya.

Sebelumnya, Cak Imin pernah angkat suara terkait PKB yang akan menggunakan daya tarik PBNU untuk kepentingan Pilpres 2024. Ia menyatakan bahwa PKB juga merupakan bagian dari NU.

"Penegasan NU-PKB, PKB-NU itu kan penguatan bagi kader-kader di bawah untuk terus solid, rapatkan barisan, pemilu sudah semakin dekat. Itu sebetulnya penegasan komitmen juangnya, komitmen juang ke NU-an. Karena PKB ini banyak mandat perjuangan NU," kata Cak Imin di markas DPP PKB, Jakarta, Jumat (4/8/23).

Baca Juga: Perayaan Harlah PKB ke-25, Muhaimin Iskandar Didorong Sebagai Capres Bukan Cawapres

Hubungan antara PKB dan PBNU belakangan ini kerap menjadi sorotan publik. Gus Yahya sebelumnya telah menyatakan bahwa PBNU tidak akan lagi menjadi alat politik PKB. Selain itu, Cak Imin juga pernah mengklaim bahwa PKB memiliki sekitar 13 juta pendukung solid yang tidak akan terpengaruh oleh siapapun, termasuk Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Pernyataan tersebut menuai kritikan dari Ketua PBNU, Ishfah Abidal Aziz, yang kala itu menilai Cak Imin sebagai sosok yang arogan.

Peran PBNU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia dan PKB sebagai partai politik yang berafiliasi dengan NU menimbulkan perhatian publik terhadap dinamika antara keduanya.

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar