Pesan Terakhir Kapten Zulmi pada Ayahanda sebelum Gugur di Lebanon

Peristiwa | 02 Apr 2026 | 15:58 WIB
Pesan Terakhir Kapten Zulmi pada Ayahanda sebelum Gugur di Lebanon
Setelah kepulangannya dari Lebanon, almarhum sedianya dipersiapkan untuk menempuh sekolah lanjutan guna menduduki jabatan baru di satuannya.

Uwrite.id - Cimahi - Dengan kesedihan yang tak tertahankan, Iskandarudin menceritakan pesan terakhir yang diterima dari putra kebanggaannya, Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, sebelum gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon.

Senin pagi, hanya beberapa jam sebelum insiden ledakan proyektil merenggut nyawanya, Iskandarudin menceritakan Zulmi sempat menghubunginya melalui aplikasi WhatsApp yang menunjukkan perhatian mendalam kepada sang ayah.

"Senin pagi dia telepon WA. 'Assalamualaikum, Pah. Rencana hari ini mau ke mana?'. Dia bilang 'Nanti Papa kalau berangkat jangan sendirian' karena mungkin mengingat umur ya, dia juga berpesan 'Papa sudah tua, bawa teman atau gantian sopir'," kenang Iskandarudin dengan nada bergetar saat ditemui di rumah duka di Cimahi, Jawa Barat, Rabu.

Iskandarudin, yang merupakan pensiunan anggota TNI, menyebut putranya sebagai anak yang memiliki masa depan yang sangat cemerlang dengan selalu berhasil menyelesaikan tugas dengan baik sehingga dipercaya memimpin kawan-kawannya.

"Karena saya merasa dari bawah selama berkarir jadi anggota saya belum pernah menduduki jabatan karena memang dari golongan terendah, karenanya saya sampaikan kepada dia: 'Jadilah pemimpin yang baik, yang dikenal oleh anggota'," tuturnya.

Kepergian Kapten Zulmi terasa sangat menyesakkan bagi keluarga, mengingat sang perwira lulusan Akmil tersebut dijadwalkan akan menyelesaikan misi internasionalnya dan kembali ke Indonesia pada 30 Mei 2026 mendatang.

Setelah kepulangannya dari Lebanon, almarhum sedianya dipersiapkan untuk menempuh sekolah lanjutan guna menduduki jabatan baru di satuannya.

Saat ini, pihak keluarga tengah bersiap menyambut kedatangan jenazah yang diperkirakan tiba di Tanah Air dalam satu atau dua hari ke depan. Jenazah rencananya akan diterbangkan dari Beirut ke Jakarta sebelum dibawa ke rumah duka di Cimahi.

"Di situ nanti kita akan shalatkan, kita bawa ke makam pahlawan," ujar Iskandarudin menutup pembicaraan.

Iskandarudin menegaskan bahwa keluarga telah ikhlas melepas kepergian putra mereka yang gugur saat menjalankan tugas negara. Ia meyakini anaknya meninggal dalam keadaan syahid di medan tugas.

Sebelumnya, tiga personel TNI dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dikabarkan gugur saat bertugas di Lebanon pada Maret 2026 ini.

Berdasarkan data TNI, mereka yang gugur adalah Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Kapten (inf) Zulmi Aditya Iskandar.

Fahrizal meninggal akibat serangan artileri tidak langsung di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan, Minggu (29/03). Sedangkan Nur Ichwan dan Zulmi meninggal akibat ledakan kendaraan di dekat Bani Haiyyan, Senin (30/03). (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar