Perusahaan Asal Tiongkok Kerjakan Lebih dari 100 Proyek di Indonesia

Ekonomi | 12 Oct 2023 | 16:40 WIB
Perusahaan Asal Tiongkok Kerjakan Lebih dari 100 Proyek di Indonesia
ramai

Uwrite.id - PT Koka Indonesia sebagai perusahaan kontraktor yang didirikan di 2011 dengan pengalaman lebih dari 10 tahun diungkapkan telah mengerjakan lebih dari 100 proyek di Indonesia.

Diketahui perseroan itu memiliki target pasar tersendiri yakni perusahaan Tiongkok yang berinvestasi di Indonesia dan para kliennya ialah industri pendukung hilirisasi nikel dan baterai kendaraan listrik hingga perusahaan smartphone seperti PT Bright Mobile Technology (OPPO), SGMW Wuling Indonesia, DFSK, VIVO Indonesia, CNEC, PT QMB New Energy Materials, PT Huachin Aluminium Indonesia, PT Kinxiang New Energy Technologies Indonesia, dan PT Chengtok Lithium Indonesia.

Adapun PT Koka Indonesia dikendalikan oleh warga negara Tiongkok bernama Gao Jing yang bertindak sebagai pemegang saham pengendali sekaligus direktur utama dari perseroan.

"Perseroan memiliki beberapa keunggulan salah satunya ialah tergabung dalam Tiongkok-Indonesia Trade Association sehingga perseroan memiliki jaringan yang kuat dengan para perusahaan-perusahaan asing yang berpotensi menjadi klien," ujar Gao Jing kepada Uwrite.id  di Jakarta, Rabu 11 Oktober 2023.

Kemudian hingga akhir 2023 kata Direktur Keuangan PT Koka Indonesia Michael Albert, PT Koka diproyeksi memegang kontrak-kontrak senilai Rp200 miliar, dan perseroan optimistis hingga akhir 2023 mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan 40% dari tahun lalu,

Sebagai informasi tambahan, baru-baru ini Koka menandatangani kontrak senilai Rp81 miliar untuk proyek pembangunan infrastruktur terkait baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) bersama PT Chengtok Lithium Indonesia di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah.

Tidak hanya itu PT Koka Indonesia Tbk pada Rabu 11 Oktober 2023 resmi mencatatkan sahamnya untuk diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham KOKA.

Jumlah saham yang dilepas dalam Penawaran Umum Perdana Saham ini sebanyak 715.333.000 lembar yang mewakili 25% dari modal disetor dan ditempatkan perseroan, dengan harga Rp128 per saham.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia, total pesanan saham perusahaan yang bergerak dalam bidang kontraktor umum proyek konstruksi, teknik mesin, teknik geoteknik, desain interior, dan furnitur mencapai 14,96 miliar saham atau tepatnya 14.966.394.800 lembar saham dari rencana 715,33 juta saham.

Saham KOKA banyak diminati oleh masyarakat dengan kelebihan permintaan sebanyak 134,24x dari porsi penjatahan terpusat (pooling) saham yang ditawarkan kepada masyarakat. (*)

 

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar