Persiapan Muktamar ke-35 NU: Gus Ipul Ingatkan Waspada Hoaks

Uwrite.id - Jakarta - Sekretaris Jenderal PBNU sekaligus Ketua Organizing Committee Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, mengingatkan seluruh pengurus wilayah dan cabang agar mempersiapkan diri menghadapi Muktamar yang akan digelar 1–5 Agustus 2026. Ia juga meminta pengurus tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial.
Menurut Gus Ipul, konten di medsos tidak semuanya bisa dipertanggungjawabkan.
“Di medsos itu ada yang benar, tapi ada yang separuh benar, dan ada yang hoaks, palsu, fitnah, tidak sesuai kenyataan. Untuk itu, kita semua harus sama-sama waspada,” ujarnya pada Senin, 29 Juni.
Ia menekankan pentingnya mengikuti Muktamar dengan kesungguhan dan landasan informasi yang akurat.
“Mari kita mempersiapkan diri mengikuti Muktamar ini dengan sungguh-sungguh, sehingga kita bisa memutuskan segala sesuatu dengan hati yang bersih dan dengan informasi yang benar,” lanjutnya.
“Jangan sampai berita yang tidak benar, hoaks, berita yang tidak sesuai kenyataan dijadikan dasar untuk kita menyebarkan berita-berita yang tidak benar itu kepada pihak lain,” tegasnya.
NU Selesaikan Perbedaan dengan Musyawarah untuk Kemaslahatan Bersama
Gus Ipul meyakini NU memiliki tradisi tersendiri dalam menyikapi perbedaan. Organisasi ini, kata dia, selalu mengedepankan mekanisme pengambilan keputusan demi kebaikan bersama Jam’iyah NU. Karena itu ia mengajak seluruh pengurus menjaga suasana kondusif dan lebih selektif memilah informasi.
Lima Daerah Masuk Daftar Survei Lokasi Muktamar
Sampai sekarang, lokasi pasti Muktamar ke-35 NU belum ditetapkan. Panitia masih dalam tahap penggodokan.
“PBNU nanti akan membentuk tim, dan tim akan berkonsultasi dengan Rais Aam dan Ketua Umum. Belum diputuskan sampai sekarang, tetapi rekomendasi hasil Konbes telah menyebut beberapa titik untuk bisa disurvei, ditindaklanjuti, dan dipilih yang paling memungkinkan dalam waktu yang singkat ini,” imbuh Gus Ipul.
Beberapa daerah yang masuk radar survei antara lain Jawa Timur, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, dan Jakarta.
Peluang Calon Ketum PBNU Sama Rata
Mengenai bursa calon Ketua Umum PBNU, Gus Ipul menegaskan semua figur memiliki peluang yang sama. Ia mencontohkan sejarah 70 tahun terakhir NU yang selalu dipimpin oleh kader dengan pengalaman berjenjang dari wilayah hingga pusat.
“Jadi selama 70 tahun ini, NU memiliki lima ketua umum. Kalau kita lihat, memang ketua umum itu sebelumnya menduduki jabatan-jabatan tersebut,” pungkasnya. (*)

Tulis Komentar