Penguatan UMKM Melalui Pasar Jadoel Reborn Pabelan Karanganyar Jawa Tengah

Politik | 14 Jul 2026 | 12:36 WIB
Penguatan UMKM Melalui Pasar Jadoel Reborn Pabelan Karanganyar Jawa Tengah
Keterangan foto: Plt. Sekjen MPR RI Siti Fauziah berdialog dengan pelaku UMKM saat pembinaan dan kurasi produk di Pasar Jadoel Reborn Sapta Tirta Pabelan, Karanganyar, Sabtu (11/07).

Uwrite.id - Karanganyar - Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, mengajak para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk terus membenahi mutu produk mereka. Tujuannya agar barang dagangan UMKM bisa bersaing, tidak hanya di pasar dalam negeri tetapi juga menembus pasar luar negeri. 

Menurutnya, meningkatkan kapasitas UMKM adalah langkah penting untuk memperkuat ekonomi berbasis rakyat dan pada akhirnya mendongkrak taraf hidup masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Siti saat menghadiri acara Pembinaan, Ramah Tamah, serta Kurasi Produk Ekonomi Kreatif dan UMKM.

Acara tersebut digelar sebagai persiapan menuju peluncuran Pasar Jadoel Reborn Sapta Tirta Pabelan 2026 di Desa Pabelan, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada Sabtu 11 Juli 2026.

Siti menegaskan bahwa UMKM sudah lama menjadi fondasi utama perekonomian Indonesia. Alasannya sederhana: sektor ini menyerap banyak tenaga kerja dan menghidupkan perputaran ekonomi di tingkat bawah. 

Karena perannya besar, kualitas produk UMKM tidak boleh berhenti di tempat. 

Produk harus terus diperbaiki agar pelaku usaha bisa naik kelas dan tidak tertinggal saat bersaing dengan produk global.

"UMKM adalah penopang utama ekonomi Indonesia yang perlu kita dorong terus supaya bisa naik kelas. Produk UMKM wajib punya mutu bagus, izin usaha yang jelas, kemasan yang memikat, merek yang kuat, dan juga pandai memanfaatkan pemasaran digital. Dengan begitu mereka bisa bersaing di pasar nasional bahkan internasional," jelas Siti Fauziah.

Ia juga menilai konsep Pasar Jadoel Reborn Sapta Tirta Pabelan sangat tepat. Pasar ini menggabungkan tiga unsur sekaligus: budaya, pariwisata, dan penguatan ekonomi warga dalam satu lokasi. 

Model seperti ini bisa jadi rujukan untuk pembangunan ekonomi yang berpihak pada masyarakat dan bisa berjalan dalam jangka panjang.

"Saya melihat Pasar Jadoel Reborn punya konsep yang bagus karena menyatukan budaya, pariwisata, dan ekonomi rakyat dalam satu kawasan. Semangat gotong royong seperti ini harus terus dipelihara agar bisa menjadi contoh wisata berbasis komunitas yang benar-benar menggerakkan ekonomi lokal," ujarnya.

Selain itu, Siti mengapresiasi kerja sama yang terjalin antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dunia usaha, dan warga setempat dalam menyiapkan peluncuran pasar tersebut. 

Kolaborasi lintas pihak ini dianggap sebagai bekal utama untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus menjaga kelestarian budaya daerah.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Paguyuban Pasar Jadoel Reborn Sapta Tirta Pabelan, Yonatan Liliek Prihartanto, S.E., S.Kom., M.M., menyampaikan rasa terima kasih. 

Ia mengapresiasi dukungan dari Plt. Sekjen MPR RI dan semua pihak yang terlibat dalam pembinaan serta kurasi produk ekonomi kreatif.

"Kami mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya kepada Ibu Plt. Sekjen MPR RI dan seluruh pihak yang sudah memberi dukungan, tenaga, pemikiran, waktu, doa, maupun bantuan lainnya. Berkat itu semua kegiatan ini bisa berjalan lancar dan penuh semangat kebersamaan," kata Yonatan.

Yonatan menambahkan, suksesnya kegiatan ini adalah hasil kerja bersama banyak pihak. Ia berharap pembinaan dan kurasi produk menjadi titik awal untuk memperkuat posisi Pasar Jadoel Reborn Sapta Tirta Pabelan. 

Ke depan pasar ini ditargetkan menjadi destinasi wisata budaya, pusat ekonomi kreatif, dan tempat pemberdayaan UMKM yang memberi dampak langsung bagi masyarakat Karanganyar.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Pemerintah Kecamatan Matesih, Pemerintah Desa Pabelan, Kapolsek dan Danramil Matesih, Ketua Ekonomi Kreatif Kabupaten Karanganyar, Badan Promosi Pariwisata Daerah, para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, serta unsur tokoh masyarakat.

Dengan adanya pembinaan dan kurasi produk, diharapkan muncul ekosistem ekonomi kreatif yang berbasis potensi lokal. 

Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha diharapkan bisa membuat Pasar Jadoel Reborn Sapta Tirta Pabelan tumbuh menjadi ikon wisata budaya Karanganyar. Jika itu terwujud, pasar ini akan mendorong pertumbuhan UMKM dan ikut meningkatkan kesejahteraan warga sekitar. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar