Pengembangan Kereta Api Cepat Hingga Surabaya: Waktu Tempuh Cukup 3 Jam Saja

Uwrite.id - Jakarta - Wacana pembangunan kereta api cepat di Indonesia kembali menguat setelah suksesnya operasional Whoosh Jakarta–Bandung. Kini pemerintah bersama BUMN perkeretaapian mulai memetakan pengembangan jalur cepat tahap berikutnya yang menargetkan koridor Jakarta–Surabaya. Proyek strategis ini diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh antar dua kota terbesar di Pulau Jawa menjadi hanya sekitar 3 jam saja, jauh lebih singkat dibanding kereta eksekutif reguler yang butuh 8–10 jam perjalanan.
Rencana perpanjangan rute kereta cepat ini tidak langsung menyambung dari Bandung ke Surabaya. Skema yang paling realistis adalah membangun jalur baru Jakarta–Semarang–Surabaya dengan kecepatan operasional 350 km/jam. Dengan kecepatan tersebut, jarak Jakarta–Surabaya sejauh 720 km dapat ditempuh dalam 2 jam 50 menit hingga 3 jam 10 menit, sudah termasuk waktu berhenti di stasiun antara seperti Cirebon, Semarang, dan Madiun. Efisiensi waktu inilah yang menjadi nilai jual utama moda transportasi berbasis rel ini.
Dari sisi ekonomi, keberadaan kereta cepat Jakarta–Surabaya diyakini akan mengakselerasi pergerakan orang dan barang di koridor utara Jawa. Pelaku bisnis dari Surabaya dapat melakukan perjalanan pulang-pergi ke Jakarta dalam satu hari tanpa harus menginap, sehingga biaya perjalanan dinas lebih hemat. Sektor pariwisata juga akan terdampak positif karena wisatawan dari Jakarta bisa menjangkau kawasan Jawa Timur dengan mudah, mulai dari Bromo, Malang, hingga Banyuwangi melalui integrasi lanjutan.
Meski menjanjikan, tantangan pembangunan tidak kecil. Investasi yang dibutuhkan diperkirakan menembus Rp400 triliun karena harus membangun jalur baru yang terpisah dari rel eksisting, pembebasan lahan di daerah padat, serta teknologi persinyalan dan listrik aliran atas bertegangan tinggi. Pemerintah saat ini masih mengkaji skema pembiayaan KPBU dengan menggandeng investor luar negeri seperti China dan Jepang, sambil menimbang aspek transfer teknologi agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna.
Aspek integrasi antarmoda menjadi kunci agar kereta cepat benar-benar efektif. Stasiun di Surabaya rencananya dibangun di kawasan Surabaya Kota atau Gubeng, yang akan dihubungkan dengan LRT, BRT, dan commuter line. Dengan begitu, penumpang dari Sidoarjo, Gresik, hingga Madura cukup sekali transit untuk langsung naik kereta cepat ke Jakarta. Jika desain ini terwujud, maka perjalanan darat lintas Jawa akan memasuki babak baru.
Target pemerintah, studi kelayakan dan detail engineering design rampung pada 2027, konstruksi dimulai 2028, dan operasional parsial Jakarta–Semarang bisa berjalan pada 2034. Jika seluruh jalur hingga Surabaya tuntas pada 2036, maka mimpi Jakarta–Surabaya 3 jam bukan lagi sekadar wacana. Kereta cepat akan menjadi tulang punggung mobilitas modern yang menyatukan pusat-pusat ekonomi di Pulau Jawa sekaligus mengurangi ketergantungan pada transportasi udara dan jalan tol yang makin padat. (*)

Tulis Komentar