Pengelolaan Fly Ash PLTU Sebalang Diduga Tak Sesuai Prosedur, Sebabkan Warga Jatuh Sakit

Lingkungan Hidup | 04 Oct 2023 | 00:54 WIB
Pengelolaan Fly Ash PLTU Sebalang Diduga Tak Sesuai Prosedur, Sebabkan Warga Jatuh Sakit

Uwrite.id - Pengelolaan limbah sisa pembakaran batubara (fly ash) PT PLN Nusantara Power UPK Sebalang dituding menjadi penyebab sakitnya warga Dusun Sebalang, Desa Tarahan Kecamatan Katibung, Lampung Selatan (Lamsel).

PT PLN Nusantara Power UPK Sebalang, Lampung. 

Salah seorang warga setempat bernama Kasno mengatakan, debu sisa pembakaran batubara dari PLTU Sebalang masuk ke rumah warga dan menyebabkan jatuh sakit.

"Kalau dirasakan kita mengkhawatirkan anak-anak balita dan yang sudah dewasa itu merasa mengirup daripada debu tersebut, batuk pilek banyak," kata Kasno, Selasa (3/10/2023).

Kasno Warga Dusun Sebalang 2 Lampung Selatan

"Debu sampai kedalam rumah, apalagi hari Kamis kemarin debu itu termasuk besar-besaran dirasakan oleh masyarakat setempat," sambungnya.

Seingat Kasno, pengelolaan Faba (fly ash bottom ash) pada era PT Adi Karya dahulu tak separah seperti sekarang ini, namun semenjak dipegang PLN malah berdampak terhadap kesehatan warga.

"Jadi waktu dia (PLTU) membuang faba (fly ash bottom ash) kan debunya banyak sekali, berdampak sekali. Tapi kalau tahun-tahun kemarin, Adi Karya sekitar tahun 2000 keatas itu belum begini. Begitu serah terima dari Adi Karya ke PLN kabarnya ash disposal (kolam abu) itu penuh, tapi kenapa harus dibuang disini kan begitu," keluhnya.

Debu Faba yang Dibuang di ruang terbuka serta berdekatan dengan rumah warga

Seharusnya, menurut Kasno, fly ash yang bersumber dari aktivitas PLTU Sebalang ditampung di ash disposal bukan malah dibuang ke area lay down yang letaknya berdekatan dengan perkampungan.

"Menghilangkan debu seharusnya begini, fly ash PLTU itu dibuangnya ada tempatnya di ash disposal kan gitu, kenapa dia harus dibuang di lay down. Lay down itu berdekatan dengan rumah warga," imbuh Kasno.

Meski belum jelas kabar ash disposal milik PLTU Sebalang yang dikatakan sudah tak memadai untuk memuat debu batubara, namun Kasno tak sepakat bila harus dibuang didekat off pool.

"Ash disposal posisinya di atas memang ada tempatnya berbentuk kolam, info itu saya belum jelas (ash disposal penuh), tapi kenapa yang dari ash disposal digali dibuang disini disamping off pool," tanya Kasno.

Kasno juga mengetahui terkait tuntutan warga setempat yang terdampak abu batubara, bahkan hingga menggelar aksi demontrasi di PLTU Sebalang.

"Tuntutan kemarin karena masyarakat disini merasakan dampak daripada debu, harapannya masyarakat itu mengharapkan kompensasi daripada PLTU yang ada di tempat ini," cetusnya.

Kasno menyatakan, hasil dialog perwakilan demonstran dengan pihak PLTU Sebalang belum menemukan titik kesepakatan, bahkan jika ada ia pun balik bertanya.

"Kemarin masalah hasil rapat belum ada kesepakatan, kemungkinan hari ini (Selasa) sudah ada kesepakatan namun seperti apa kesepakatan yang sudah ditentukan," tanya Kasno kembali.

Seorang nenek yakni Eni yang tinggal bersama anak dan cucu menyebut, tak sanggup berobat paska menderita sakit akibat dampak debu batubara dari PLTU Sebalang.

"Orang seperti kami ini susah mau berobat, nyari makan sehari-hari saja susah tambah sakit kayak gini, sedih betul saya. Ini serumah benar-benar sakit, semenjak pembuangan debu ini turun semuanya mengeluh," ujar Eni.

Nenek Eni salah satu warga yang berdekatan langsung dengan tempat pembuangan fly ash bottom ash

Eni mengaku sedih, dengan kondisi debu batubara yang terbawa angin lalu masuk kedalam melalui celah-celah rumah. Bahkan, kelambu di kamar sampai menghitam.

"Tadinya tidak seberapa sebelum ada pembuangan debu, setelah ada pembuangan debu satu kampung mengeluh semua," selorohnya.

Sedihnya lagi, hingga kini, Eni harus melakukan perobatan sendiri atas sakit yang dia alami dan seisi rumah. Minus bantan dari pihak manapun.

"Berobat sendiri. Tidak ada, sama sekali tidak ada bantuan," tandas Eni.

Assistant Manager Keuangan dan Umum PT PLN Nusantara Power UPK Sebalang, Sucinata Agung Priambada

Saat dikonfirmasi, Assistant Manager Keuangan dan Umum PT PLN Nusantara Power UPK Sebalang, Sucinata Agung Priambada tidak memberikan jawaban serta mengatakan untuk hak jawab hanya akan diberikan kepada media Lampost.com dan Metro Tv. 

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar