Pengamanan Kebun Sawit Diperketat Demi Jaga Pasokan B50, Dua Pencuri Ditangkap di Lampung Tengah

Lingkungan Hidup | 23 Jul 2026 | 12:11 WIB
Pengamanan Kebun Sawit Diperketat Demi Jaga Pasokan B50, Dua Pencuri Ditangkap di Lampung Tengah
Pasokan sawit harus dijaga karena menyangkut kepentingan yang lebih besar: ketersediaan energi dan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Uwrite.id - Metro - Dunia usaha bersama-sama dengan pihak kepolisian terus memperketat pengamanan kebun sawit di sejumlah daerah penghasil. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan tandan buah segar (TBS) tetap aman, baik untuk kebutuhan pangan nasional maupun sebagai bahan baku program ketahanan energi B50.

B50 adalah kebijakan pencampuran 50 persen biodiesel dari minyak sawit ke dalam solar. Program ini menjadi salah satu strategi nasional mengurangi impor BBM dan menjaga kemandirian energi. Kelancaran pasokannya sangat bergantung pada stabilitas produksi sawit di lapangan.

Namun upaya menjaga pasokan itu kerap terganggu oleh pencurian buah sawit oleh oknum tidak bertanggung jawab. Pencurian dalam jumlah kecil yang terjadi berulang dapat mengganggu perhitungan produksi dan berpotensi menurunkan suplai ke pabrik kelapa sawit (PKS).

Salah satu bentuk gangguan itu terungkap di perkebunan PT Gunung Madu Plantations (GMP), Lampung Tengah. Petugas keamanan perusahaan berhasil menggagalkan dua aksi pencurian dalam waktu beberapa jam pada Sabtu (18/07) dini hari.

Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 01.00 WIB di areal Divisi II PT GMP, Kampung Gunung Batin Baru, Kecamatan Terusan Nunyai. Seorang pelaku berinisial RS (36), warga Kampung Gunung Agung, diamankan saat membawa 11 tandan buah sawit menggunakan sepeda motor Honda Supra X 125.

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 04.30 WIB, petugas kembali mengamankan pelaku kedua berinisial AP (38), warga Kampung Nyukang Harjo, Kecamatan Selagai Lingga. Pelaku kedapatan membawa 11 tandan buah sawit dengan sepeda motor Yamaha Jupiter Z tanpa nomor polisi.

Kapolsek Terusan Nunyai, Iptu Andri Saputra, S.IP., M.H., menjelaskan kedua pelaku lebih dulu diamankan oleh Satpam internal PT GMP. Setelah itu pelaku dan barang bukti diserahkan ke Polsek untuk proses hukum lebih lanjut.

"Pelaku memanfaatkan situasi perkebunan yang sepi pada malam hingga dini hari. Mereka mengaku nekat mencuri karena alasan kebutuhan ekonomi," ujar Kapolsek, Selasa (21/07).

Dari tangan RS, polisi menyita 1 unit Honda Supra X 125, 1 buah gergaji, dan 11 tandan sawit seberat sekitar 180 kilogram. Sementara dari AP disita 1 unit Yamaha Jupiter Z tanpa Nopol, 1 bilah golok, 1 gergaji, dan 11 tandan sawit seberat sekitar 170 kilogram.

Kedua pelaku kini ditahan di Mapolsek Terusan Nunyai dan dijerat Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Polisi menyebut proses penyidikan masih berjalan untuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan pencurian yang lebih besar.

Iptu Andri mengapresiasi kewaspadaan petugas keamanan PT GMP. Ia menilai respons cepat perusahaan menjadi contoh sinergi yang baik antara swasta dan aparat dalam menjaga aset strategis nasional.

"Sinergi seperti ini harus terus ditingkatkan guna mencegah aksi kriminalitas dan memberikan rasa aman bagi masyarakat maupun lingkungan perusahaan," ungkapnya.

Bagi pemerintah, pengamanan kebun sawit bukan sekadar soal melindungi aset perusahaan. Sawit kini memiliki peran ganda: sebagai komoditas pangan dan sebagai tulang punggung energi terbarukan melalui program B50.

Kementerian ESDM menargetkan penyerapan biodiesel terus naik untuk menekan impor dan menstabilkan harga BBM. Jika pasokan CPO terganggu karena kehilangan hasil di tingkat kebun, maka target B50 bisa terhambat.

Karena itu, SKK Migas, Gapki, dan asosiasi perkebunan mulai mendorong perusahaan memperkuat sistem keamanan. Mulai dari patroli malam, CCTV, hingga pelibatan masyarakat sekitar kebun dalam sistem pengawasan.

PT GMP sendiri telah menerapkan jam operasional ketat dan pos jaga di setiap divisi. Perusahaan juga rutin berkoordinasi dengan Polsek setempat untuk melakukan patroli gabungan di titik rawan.

Pemerintah daerah Lampung Tengah mendukung langkah itu. Ketahanan energi nasional tidak bisa jalan jika bahan bakunya tidak aman sejak dari kebun.

Dengan keberhasilan pengamanan di PT GMP ini, aparat berharap menjadi efek jera. Pasokan sawit harus dijaga karena menyangkut kepentingan yang lebih besar: ketersediaan energi dan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar