Pengakuan Mbah Slamet Dukun "Serial Killer", Bunuh 12 Orang Cari Korban Lewat Facebook

Hukum | 05 Apr 2023 | 20:17 WIB
Pengakuan Mbah Slamet Dukun "Serial Killer", Bunuh 12 Orang Cari Korban Lewat Facebook

Uwrite.id - Polisi terus mengembangkan kasus pembunuhan yang dilakukan Mbah Slamet atau Tohari, dukun pengganda uang asal Banjarnegara.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, dari keterangan Slamet, para korban yang dibunuhnya berasal dari daerah berbeda-beda.

Dilansir Antara Rabu (5/4/2023), Irjen Pol Luthfi berujar setidaknya sudah ada dua korban pembunuhan si "serial killer" yang telah teridentifikasi.

Salah satunya adalah Paryanto, warga Sukabumi yang diketahui merupakan korban terakhir si dukun pengganda uang.

Kemudian ada Mulyadi, seorang laki-laki asal Palembang yang menurut pengakuan Mbah Slamet, dibunuh dan dikuburkan bersama pacarnya.

"Data dari pengakuan pelaku diketahui pasangan laki-laki dan perempuan yang dikubur dalam satu lubang," kata Kapolda di Semarang, Rabu.

Ada sembilan jenazah lain yang belum diidentifikasi. Merujuk pada pernyataan pelaku, ada yang berasal dari Gunungkidul, DI Yogyakarta.

Kemudian seorang pria dan seorang wanita asal Tasikmalaya, yang dimasukkan ke dalam satu lubang.

Lalu seorang pria dan perempuan asal Jakarta, dan seorang laki-laki dan perempuan yang merupakan warga Yogyakarta.

Luthfi menjelaskan, pihaknya tengah mendalami kemungkinan jika para korban pembunuhan itu merupakan pasangan suami istri atau bukan.

Ke-12 korban yang dibunuh dukun pengganda uang tersebut dikubur di tempat yang sama, yakni di kebun milik pelaku. Dari hasil penyidikan, polisi menemukan di setiap lubang berisi jenazah korban terdapat botol air mineral.

Luthfi memaparkan, Laboratorium Forensik Polda Jateng akan memeriksa kandungan racun dalam botol tersebut.

"Dugaan sementara pelaku memberi korban minuman yang mengandung potasium, tapi ini masih didalami kandungan racun yang digunakan," katanya.

Dia melanjutkan, kepolisian telah membentuk posko DVI untuk mengumpulkan data ante mortem, dan mencocokkannya dengan DNA korban. Luthfi meminta jika ada masyarakat yang keluarganya merasa belum pulang untuk melapor ke Polres Banjarnegara.

Dalam menjaring mangsanya, Slamet Tohari alias Mbah Slamet dukun penggandaan uang di Banjarnegara tidak sendirian. Ia dibantu oleh temannya Budi Santoso (BS), yang mengiklankan Mbah Slamet di jejaring media sosial Facebook.

Tidak tanggung-tanggung, BS mendapat komisi jika bisa mendapatkan korban yang ingin menggandakan uang kepada Mbah Slamet. Komisi yang diberikan kepada BS berkisar Rp 5 juta sampai Rp 10 juta setiap korban dari Mbah Slamet.

"Kadang Rp 5 juta, ada juga yang Rp 10 juta (per korban)," ujar Slamet Tohari saat press release di lokasi kejadian, Selasa (4/4/2023).

"Kadang Rp 5 juta, ada juga yang Rp 10 juta (per korban)," ujar Slamet Tohari saat press release di lokasi kejadian dilansir detikJateng, Selasa (4/4/2023).

Menurut Slamet, setiap pelaku menjalankan pembunuhan terhadap para korban, BS tidak mengetahuinya. "Kalau saya ada rencana membunuh orang, dia (BS) tidak tahu," ucapnya.

Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto mengatakan, dari keterangan, pelaku dalam menjaring korban dibantu oleh BS. Dalam hal ini BS berperan memposting yang berisi jika Mbah Slamet mempunyai kemampuan melakukan penggandaan uang.

"Berdasarkan keterangan dari Slamet, BS ini suka bermain Facebook. karena dia sendiri tidak memiliki kemampuan membuka-buka Facebook. Sehingga disuruhlah BS untuk mengiklankan bahwa Mbah Slamet ini memiliki kemampuan menggandakan uang yang membuat korban tertarik," paparnya.

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar