Peneliti UGM: Nyamuk Wolbachia Tidak Bahaya Bagi Manusia, Justru Bisa Mencegah Penularan DB

Kesehatan | 16 Nov 2023 | 22:33 WIB
Peneliti UGM: Nyamuk Wolbachia Tidak Bahaya Bagi Manusia, Justru Bisa Mencegah Penularan DB

Uwrite.id - Peneliti dan pengajar di Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Adi Utarini, mengungkapkan bahwa bakteri Wolbachia tidak membahayakan manusia. Sebaliknya, bakteri ini mampu mencegah penularan demam berdarah melalui gigitan nyamuk.

Profesor yang pernah dinobatkan sebagai salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia versi TIME di tahun 2021 ini menjelaskan bahwa Wolbachia tumbuh alami pada serangga, terutama nyamuk kecuali aedes aegypti.

Prof dr. Adi Utarini, MSc., MPH, PhD, peneliti sekaligus Guru Besar FKKMK UGM, masuk daftar 100 orang berpengaruh di dunia tahun 2021 versi majalah TIME. (Foto: ugm.ac.id)

Bakteri ini dapat menonaktifkan virus dengue, sehingga nyamuk aedes aegypti yang menghisap darah yang mengandung virus tersebut menjadi resisten, tidak menularkan penyakit ke manusia. Ia menegaskan bahwa gigitan nyamuk Wolbachia aman dan tidak berdampak negatif pada kesehatan manusia.

Efektivitas Wolbachia juga telah diteliti sejak tahun 2011 oleh WMP di Yogyakarta dengan dukungan yayasan Tahija. Prof. Uut, panggilan akrabnya, menjelaskan perjalanan penelitian ini yang melibatkan fase persiapan, pelepasan terbatas, kajian risiko, penelitian quasi-experimental, dan Randomised Controlled Trial.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi teknologi Wolbachia di Sleman dan Bantul, bekerja sama dengan pemerintah kabupaten, telah berhasil menurunkan kasus demam berdarah sebesar 77%. Ini menjadi terobosan, membuktikan efektivitas teknologi ini dalam mengurangi tingkat penyakit di masyarakat.

“Setelah hasil uji efikasi Wolbachia selesai di Agustus 2020, saat ini kami fokus dalam implementasi teknologi Wolbachia di Kabupaten Sleman melalui program Si Wolly Nyaman, Wolbachia-Nyamuk Aman Cegah DBD di Sleman. Dalam program ini kami bekerja sama dengan Pemkab Sleman melalui Dinas Kesehatan Sleman,” jelas Prof. Uut.

“Penelitian WMP Yogyakarta, sudah menghasilkan bukti bahwa di wilayah yang kita sebari nyamuk angka denguenya menurun 77,1% dan angka hospitalization karena dengue berkurang 86,1%. Intervensi ini efektivitasnya lebih bagus daripada vaksin dengue,” lanjutnya.

Namun, Prof. Uut juga menekankan bahwa keberadaan Wolbachia tidak menggantikan metode pencegahan dan pengendalian demam berdarah yang sudah ada di Indonesia. Masyarakat tetap diminta untuk menjalankan gerakan 3M Plus serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Inovasi Wolbachia diimplementasikan melalui program "Si Wolly Nyaman," Wolbachia-Nyamuk Aman Cegah DBD di Sleman, dengan kerjasama Pemkab Sleman melalui Dinas Kesehatan Sleman.

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar