Pemkot Manado Genjot Pemilahan Sampah dan Gotong Royong Warga untuk Wujudkan Kota JUARA Bersih

Uwrite.id - Kota Manado - Dimulai dari kesadaran di rumah tangga, Pemkot Manado, dengan semangat kebersamaan, kini menguatkan langkah penanganan sampah dari hulu hingga hilir.
Hal ini ditegaskan dalam Rapat Teknis yang dipimpin langsung Wali Kota Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota dr. Richard Sualang, didampingi Sekretaris Daerah dr. Steaven Dandel, di Aula Toar Lumimuut, Jumat (17/07).
Rapat yang dihadiri seluruh camat se-Kota Manado ini, pada dasarnya, menjadi panggung evaluasi menyeluruh. Tujuannya jelas, menyempurnakan tata kelola kebersihan agar lebih bersih, cepat, dan ramah lingkungan demi mewujudkan visi Manado yang JUARA, Maju, dan Sejahtera.
Salah satu fokus utama pembahasan adalah efisiensi rantai pengangkutan. Mulai dari pengambilan di rumah warga dengan sepeda motor sampah, penampungan di Stasiun Peralihan Antar (SPA), hingga pengangkutan akhir ke TPA Sumompo menggunakan truk sampah.

Ilustrasi : Tumpukan sampah kota yang tidak terurus. Mata rantai pengangkutan yang tidak efektif menyebabkan di sejumlah titik, sampah lama tak terangkut ke SPA (foto : Biro Sulut).
“Spiritnya sederhana, di SPA hanya terjadi perpindahan. Jangan sampai, karena kelalaian, sampah tertahan satu dua hari dan menimbulkan bau yang mengganggu lingkungan,” tegas Wali Kota.
Untuk memastikan sistem berjalan, Wali Kota meminta data detail, sebuah langkah nyata, terkait jumlah motor sampah di tiap kelurahan, wilayah jangkauan, serta analisis jarak tempuh dari rumah ke SPA dan dari SPA ke titik muat truk.
Data ini penting agar setiap hambatan di lapangan, sekecil apapun, bisa segera terdeteksi dan dicarikan solusinya.
Pemilahan dari Rumah, Kunci Ringankan Beban Kota
Pemkot menegaskan penanganan tidak bisa hanya mengandalkan armada. Kunci utamanya, menurut Wali Kota, ada pada pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu sejak dari rumah.
“Kalau dari rumah sudah dipilah, maka kerja petugas jadi lebih ringan dan SPA tidak cepat penuh. Ini bukan semata soal truk, tapi soal kesadaran bersama kita semua,” jelas Andrei Angouw.
Ajakan Gotong-Royong untuk Manado Bersih
Demi mempercepat perubahan, Pemkot mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong-royong. Para camat dan lurah diminta aktif menggerakkan kerja bakti, membentuk bank sampah di kelurahan, serta masif mengedukasi warga lewat pertemuan lingkungan dan media sosial.
Dengan penyadaran yang terus digaungkan, diharapkan warga memahami bahwa membuang sampah pada tempatnya dan memilah dari rumah adalah bentuk tanggung jawab bersama demi masa depan kota yang lebih sehat.
Dalam pemaparannya, sebagai bagian dari evaluasi penanganan sampah kota, para camat juga menyampaikan kondisi riil, mulai dari jumlah truk beroperasi, jumlah sopir dan kenek, hingga ketersediaan buruh angkut. Wali Kota pun menanyakan langsung rasio penduduk per kecamatan dengan kapasitas petugas dan armada yang ada.
“Kita harus tahu pasti berapa jumlah motor sampah di tiap kelurahan dan seberapa jauh jangkauannya. Dengan begitu, permasalahan bisa kita petakan dan selesaikan lebih cepat,” tambah Wali Kota.
Turut hadir dalam rapat tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Drs. Pontowuisang Kakauhe, Kepala Diskominfo Yanti Mongkauw, S.E, Sekkot dr. Steaven Dandel, M.Ph., serta seluruh camat se-Kota Manado. (*)

Tulis Komentar