Pemkab Ciamis Dorong Kacang Tanah Terintegrasi, Bidik Kepastian Pasar Petani

Ekonomi | 21 Feb 2026 | 00:41 WIB
Pemkab Ciamis Dorong Kacang Tanah Terintegrasi, Bidik Kepastian Pasar Petani
Komitmen tersebut ditegaskan Pemkab Ciamis dalam rapat koordinasi yang digelar secara daring, Jumat (20/2/2026). Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Ciamis, Andang Firman Triyadi, didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan

Uwrite.id - Upaya memperkuat sektor pertanian terus didorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis melalui Program Pengembangan Kacang Tanah Terintegrasi. Program ini dirancang sebagai model kemitraan berbasis pasar yang menghubungkan petani dengan industri dari hulu hingga hilir.

Kabupaten Ciamis dinilai memiliki potensi lahan pertanian yang luas dengan dukungan sumber daya petani yang siap diberdayakan. Kacang tanah dipilih sebagai komoditas strategis karena memiliki permintaan industri yang stabil, sehingga dinilai mampu memberikan kepastian pasar bagi petani.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi yang digelar secara daring, Jumat (20/2/2026). Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Ciamis, Andang Firman Triyadi, didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ciamis, Ape Ruswandana.

Pertemuan itu turut melibatkan perwakilan Kementerian Pertanian, perusahaan offtaker industri nasional, serta kelompok tani sebagai pelaku utama di lapangan. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menjembatani kebijakan pusat dengan implementasi di daerah.

Dalam sambutannya, Andang menyebut program ini tidak hanya menjanjikan kepastian pasar melalui kemitraan dengan industri, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani serta pendapatan daerah.

“Program ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi lokal. Karena itu, pelatihan dan pendampingan bagi petani menjadi kunci agar Ciamis mampu menjadi sentra kacang tanah di Jawa Barat bahkan nasional,” ujarnya.

Selain aspek ekonomi, program ini juga diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian, memperkuat koperasi desa sebagai lembaga ekonomi lokal, serta mendukung agenda ketahanan pangan dan substitusi impor.

Sebagai tahap awal, pengembangan akan difokuskan di Desa Panjalu dengan luas lahan sekitar 50 hingga 200 hektare yang dikelola kelompok tani setempat. Kawasan ini diharapkan menjadi percontohan sebelum diperluas ke wilayah lain.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan keterlibatan pelaku usaha, program ini diharapkan mampu membangun sistem agribisnis kacang tanah yang berkelanjutan, kompetitif, dan berorientasi pasar, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi daerah berbasis sektor pertanian.***

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar