Pemerintah Tancap Gas Uji Coba CNG Merah Putih Agustus, Bidik Pengganti LPG 3 Kg yang Lebih Ringan dan Hemat

Ekonomi | 24 Jul 2026 | 07:53 WIB
Pemerintah Tancap Gas Uji Coba CNG Merah Putih Agustus, Bidik Pengganti LPG 3 Kg yang Lebih Ringan dan Hemat
Tabung CNG 3 kg (kanan), sebagai pengganti tabung gas melon. Diketahui, tabung yang baru dengan warna dasar casing luar Merah dan Putih ini akan menjadi piranti energi rumah rangga pengganti tabung melon 3 kg.

Uwrite.id - Bandung - Kementerian ESDM saat ini tengah merampungkan tahap akhir persiapan teknis tabung gas baru. Fokus utama ada pada aspek keselamatan dan kenyamanan penggunaan. Inilah langkah konkret menuju kemandirian energi rumah tangga. Rencana uji coba CNG Merah Putih ke masyarakat ditargetkan mulai Agustus mendatang sebagai upaya menekan ketergantungan pada LPG subsidi.

Laode Sulaeman, Dirjen Migas Kementerian ESDM, mengungkapkan uji coba terbatas akan digelar di sejumlah kota metropolitan. Ia belum merinci lokasi pastinya, namun Jawa Barat dipastikan masuk daftar prioritas. "Saat ini dalam proses kita mau melakukan uji coba. Uji coba tabung. Insya Allah akhir Juli ini sampel dari tabung-tabung itu akan selesai dan kita akan kirim ke Lemigas untuk diuji, lalu kita akan rencanakan juga bagaimana nanti mulai diperkenalkan pada masyarakat," ujar Laode saat ditemui, Selasa (21/07). Pemilihan kota besar dinilai paling pas untuk mengukur kesiapan infrastruktur dan respons warga.

Selain aspek teknis, pemerintah juga masih menggodok pola distribusi ke publik saat uji coba berjalan. "Yang penting sekarang adalah satu safety-nya, yang kedua adalah mekanisme bagaimana menyiapkan ini ke masyarakat. Ini masih kita bahas skemanya seperti apa. Tapi uji cobanya bulan depan (Agustus)," jelas Laode. Keamanan dan kemudahan akses menjadi dua pilar utama agar program ini diterima luas.

Saat ini prototipe tabung masih menjalani pengujian di China. Setelah proses di Negeri Tirai Bambu tuntas, BUMN manufaktur PT Pindad dijadwalkan masuk dalam rantai proyek. "CNG-nya masih dilakukan uji coba, belum selesai ya, masih di Cina. Habis itu kita melakukan kerja sama dengan perusahaan BUMN yang ada di sini, kita akan melakukan dengan Pindad," kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Keterlibatan industri dalam negeri diharapkan menekan biaya dan mempercepat produksi massal.

Pemerintah masih menuntaskan evaluasi di China sebelum menunjuk peran spesifik PT Pindad. "Tapi itu nanti, masih cek dulu di sana (Cina). Kalau sudah selesai, baru kita lakukan tindakan lebih lanjut," lanjut Bahlil. Kesabaran di tahap awal ini demi memastikan produk benar-benar layak edar.

Soal harga, pemerintah memastikan skema subsidi tetap diperlukan agar CNG 3 kg bisa bersaing dengan LPG. Bahlil menyebut simulasi penjualan masih berjalan sehingga besaran harga belum bisa diumumkan. Namun ia menjanjikan akan ada intervensi harga jika dibutuhkan. "Baik itu CNG maupun LPG akan selalu mengedepankan untuk membantu rakyat yang memang harus kita bantu. Dengan demikian, subsidi saya pastikan masih menjadi yang harus dilakukan," tegasnya awal Mei lalu. Tujuannya jelas, agar beban rumah tangga tidak bertambah.

Kementerian ESDM melalui Lemigas tengah menguji sekitar 15 unit tabung impor kapasitas 3 kg. Tabung ini mengusung teknologi tipe 4 berbahan polimer komposit yang diperkuat fiberglass, sehingga bobotnya jauh lebih enteng dibanding tabung baja biasa. Bentuknya silinder alas datar berwarna putih dengan pegangan merah. Desain ergonomis ini sengaja dibuat agar ibu rumah tangga tidak kesulitan saat memindahkan tabung. Uji coba di laboratorium difokuskan pada daya tahan tekanan dan fungsi katup pengaman.

Pilot project akan diprioritaskan di kota-kota besar Pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Alasannya sederhana, wilayah ini memiliki jaringan distribusi dan pipa gas yang lebih siap. Dengan begitu, data yang diperoleh bisa menjadi cerminan nasional yang lebih akurat.

Keunggulan utama CNG Merah Putih adalah kompatibilitasnya. Kompor LPG existing bisa langsung dipakai tanpa perlu alat konverter tambahan. Bahkan nyala apinya diklaim lebih biru dan lebih panas. Dari sisi anggaran negara, beralih ke CNG domestik berpotensi memangkas beban subsidi energi hingga 30 persen. Ini kabar baik, karena negara bisa lebih hemat sementara masyarakat tetap dapat harga terjangkau.

Untuk jangka panjang, pemerintah membuka opsi produksi tabung di dalam negeri. Jika permintaan melonjak, produsen asing akan didorong membangun pabrik di Indonesia. Target awal pengadaan 100 ribu tabung dalam 3 bulan ke depan akan dipenuhi badan usaha penyedia gas. Setelah lulus uji, SNI akan diterbitkan sebagai acuan resmi. Langkah ini sekaligus membuka lapangan kerja baru di sektor manufaktur energi.

Dengan kapasitas setara 3,8 meter kubik dan sistem regulator otomatis, CNG Merah Putih diproyeksikan menjadi alternatif energi rumah tangga yang mandiri. Jika uji coba Agustus berjalan mulus, mimpi mengurangi impor LPG bisa selangkah lebih dekat ke kenyataan. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar