Pemerintah China Kecam Serangan Mematikan atas Anggota TNI di Lebanon Selatan

Uwrite.id - Beijing - Pemerintah China dengan tegas mengecam serangan terhadap Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL), dan mendesak penghentian segera segala serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, dalam sebuah konferensi pers rutin di Beijing pada Senin (30/03), menyampaikan hal itu setelah satu prajurit TNI wafat setelah serangan artileri di lokasi kontingen tentara RI dan dua prajurit TNI meninggal pasca sebuah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL.
Sosok prajurit TNI yang meninggal pada Minggu (29/03) ketika serangan artileri yang menghantam lokasi kontingen Indonesia yang berada di Adchit al-Qusayr di Lebanon Selatan. Lebanon Selatan, menurut UNIFIL pada Senin pagi waktu setempat adalah Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon.
Selebihnya diketahui, bahwa dua orang prajurit lagi yang meninggal di wilayah penugasan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) ini adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

"Kami berduka atas hilangnya (3, red.) nyawa dan bersimpati kepada korban yang terluka," ujar Mao.
Dia menyatakan bahwa setiap serangan yang disengaja terhadap personel penjaga perdamaian PBB merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, serta sama sekali tidak dapat diterima dan harus segera dihentikan.
"China mendesak pihak-pihak terkait untuk meredakan situasi dan mengambil langkah-langkah konkret guna memastikan keselamatan personel pasukan penjaga perdamaian PBB," kata Mao. (*)

Tulis Komentar