Pembungkaman Aspirasi? Satpol PP Wonogiri Copoti Spanduk Penolakan Pabrik Semen di Pracimantoro

Uwrite.id - Wonogiri kembali dihebohkan dengan tindakan Satpol PP yang mencopoti spanduk penolakan pendirian pabrik semen di jalan desa wilayah Pracimantoro. Kejadian ini terekam dalam video yang viral di grup media sosial Kabar Warga Pracimantoro (KWP), memicu reaksi keras dari masyarakat.
Dalam unggahannya, akun Juna Prakasa menyoroti tindakan ini sebagai bentuk pembungkaman ekspresi masyarakat.
“Tindakan Satpol PP Wonogiri mencabut spanduk penolakan pabrik semen Pracimantoro adalah bentuk pembungkaman ekspresi warga masyarakat yang sah dalam negara demokrasi. Jika situasi memanas, jangan salahkan rakyat—biang keroknya jelas: Satpol PP Wonogiri saat ini sedang menyalakan apinya.” tulisnya di Kabar Warga Pracimantoro, Selasa, (25/3/25).
Namun, pihak Satpol PP Wonogiri membantah tuduhan tersebut. Kepala Satpol PP dan Damkar Wonogiri, Joko Susilo, menjelaskan bahwa penertiban dilakukan karena spanduk tidak sesuai dengan aturan pemasangan, bukan karena isinya.
“Jadi penertiban yang dilakukan oleh teman-teman anggota Satpol PP kemarin berdasarkan regulasi yang ada. Spanduk yang tidak sesuai ketentuan harus ditertibkan,” ujar Joko Susilo, dikutip dari Joglosemar, Rabu (26/3/25).
Ia menegaskan bahwa spanduk yang melintang di jalan, dipasang di tiang listrik, atau dibentangkan di pohon memang masuk kategori yang harus ditertibkan.
Namun, yang menjadi sorotan, di berbagai sudut di seluruh Kabupaten Wonogiri ada banyak spanduk iklan maupun ucapan selamat hari raya yang juga melintang di jalan-jalan desa, tetapi tidak mendapat perlakuan serupa dari Satpol PP.
Hal ini menimbulkan pertanyaan: Apakah aturan hanya berlaku bagi mereka yang menolak pabrik semen? Jika alasannya murni karena pelanggaran aturan pemasangan, mengapa spanduk lain yang serupa dibiarkan tetap terpasang?
Masyarakat kini menunggu kejelasan. Jika benar aturan ditegakkan tanpa pandang bulu, maka Satpol PP Wonogiri harus menunjukkan konsistensi dalam penertiban di jalan-jalan desa di seluruh Kabupaten Wonogiri , bukan hanya menyasar spanduk yang mengkritisi kebijakan tertentu.

Tulis Komentar