Pembangunan 8 Ribu PLTB + PLTO di Pesisir Selatan Jawa = Akhir Drama Pemadaman Bergilir

Opini | 20 Jun 2026 | 08:42 WIB
Pembangunan 8 Ribu PLTB + PLTO di Pesisir Selatan Jawa = Akhir Drama Pemadaman Bergilir
. 8 ribu unit PLTB dan PLTO yang disebar dari Banyuwangi sampai Ujung Kulon bisa menghasilkan listrik setara puluhan juta ton batubara per tahun setelah jalan.

Uwrite.id - by : Efvirac Energy Review of Archipelago

*Pacitan - Pesisir Selatan Jawa itu bukan cuma garis pantai buat wisata. Angin selatan dan ombak Samudra Hindia di sana nyaris nonstop sepanjang tahun. Kalau kita pasang 8 ribu pembangkit listrik tenaga bayu dan tenaga ombak di jalur itu, masalah kurangnya 20 juta metrik ton batubara dan pemadaman bergilir bisa selesai dengan biaya yang jauh lebih masuk akal.

Kekurangan 20 juta metrik ton batubara itu artinya PLN harus rebutan impor, harga naik, subsidi jebol. Angin dan ombak tidak memakai paspor, tidak terkena fluktuasi harga global. 8 ribu unit PLTB dan PLTO yang disebar dari Banyuwangi sampai Ujung Kulon bisa menghasilkan listrik setara puluhan juta ton batubara per tahun setelah jalan. Investasi awal memang besar, tapi biaya operasionalnya nyaris nol. Tidak ada ongkos gali, tidak ada ongkos angkut, tidak ada risiko stok menipis.

Pemadaman terjadi saat pembangkit batubara padam atau batubaranya telat datang. Sistem jadi rapuh karena bertumpu ke satu sumber. Pesisir Selatan Jawa punya potensi energi terbarukan yang tersebar. Andaikata satu turbin rusak, 7.999 lainnya tetap jalan. Jaringannya desentralisasi. Artinya, risiko blackout massal turun drastis. Rakyat tidak lagi disuruh "hemat dulu ya" tiap sore.

Orang bilang energi terbarukan mahal. Itu hitungan depan saja. Coba hitung 10 tahun ke depan: batubara = beli terus + subsidi terus + polusi terus. PLTB + PLTO = membangun sekali, rawat, lalu listriknya jalan 20-25 tahun. Uang subsidi batubara bisa dialihkan guna merancang bangun jaringan dan storage baterai di tiap kabupaten pesisir. Itu investasi, bukan beban.

"Angin dan ombak kan tidak stabil". Betul, tapi tidak stabilnya bisa diprediksi. BMKG sudah punya data angin dan gelombang per jam. Antisipasinya tentu memadukan dengan baterai skala grid + pembangkit gas kecil sebagai backup. Kombinasi itu jauh lebih andal daripada berharap kapal batubara tidak datang telat.

"8 ribu itu kebanyakan". Tidak. Selatan Jawa panjangnya 1.000 km lebih. 8 ribu unit artinya 8 unit per km. Itu rapat, tapi teknisnya mungkin. Denmark dan Skotlandia sudah buktikan PLTO bisa dipasang berjejer lepas pantai.

Masalah kita bukan kekurangan energi. Masalahnya kita masih ngotot menggunakan model energi yang stoknya dapat habis dan harganya diatur orang lain. 8 ribu PLTB + PLTO di pesisir selatan itu bukan utopia. Itu solusi murah, lokal, dan menjadikan pemadaman bergilir jadi cerita masa lalu.

Apabila pemerintah berani geser subsidi batubara ke proyek ini 5 tahun saja, efeknya langsung terasa di tagihan listrik dan hilangnya jadwal mati lampu. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar