PDIP Persilahkan PPP Cabut Dari Koalisi Jika Ngotot Inginkan Sandiaga Cawapres

Politik | 14 Aug 2023 | 16:23 WIB
PDIP Persilahkan PPP Cabut Dari Koalisi Jika Ngotot Inginkan Sandiaga Cawapres
Bakal capres dari PDIP, Ganjar Pranowo bersama Sandiaga Uno dalam acara Silaturahmi di kediaman tokoh PPP Rachmat Yasin, Sabtu (22/7/23). (Dok. DPP PDIP)

Uwrite.id - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah, telah mengeluarkan pernyataan yang mempersilakan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk keluar atau mundur dari kerja sama politik atau koalisi pendukung Ganjar Pranowo jika Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PPP, Sandiaga Uno, tidak dipilih sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres).

Dalam pernyataannya, Basarah menjelaskan bahwa prinsip kerja sama politik yang mereka anut didasarkan pada kesukarelaan tanpa ada paksaan.

"Monggo (kalau PPP mau hengkang). Lagi-lagi kan bagi PDI Perjuangan kerja sama politik itu dasarnya harus kesukarelaan," ungkap Ahmad Basarah, dikutip dari Viva.co.id, Senin, (14/8/23).

Basarah menegaskan bahwa penentuan bakal cawapres pendamping Ganjar Pranowo dalam Pemilihan Presiden 2024 akan dilakukan melalui diskusi bersama dan mempertimbangkan situasi politik saat ini.

Beberapa kandidat potensial yang masuk radar PDIP, seperti Sandiaga Uno, Menko Polhukam Mahfud MD, Yenny Wahid putri dari Presiden Abdurrahman Wahid, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Perkasa, Meneg BUMN Erick Thohir, dan lainnya masih dalam tahap pembahasan.

"Saya kira probabilitas mereka untuk menjadi cawapres pak Ganjar cukup tinggi, kita tunggu nanti pada akhirnya batas akhir pendaftaran calon presiden dan cawapres yang telah diatur oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU)," kata Basarah.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PPP, Arsul Sani, telah menyatakan bahwa di internal partainya telah muncul wacana untuk berpindah haluan atau mendukung pihak lain, jika Sandiaga Uno tidak dipilih sebagai cawapres pendamping Ganjar Pranowo.

“Kalau Pak Sandi tidak jadi cawapres itu, harus bagaimana PPP. Kalau pertanyaannya seperti itu, apakah tetap ada koalisi ini atau kemudian itu, kan masih berkembang gitu lho,” kata Arsul pada Rabu pekan lalu.

Baca Juga: Hari Ini Golkar & PAN Resmi Bergabung dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya Mengusung Prabowo

Sandiaga Uno sendiri mengungkapkan bahwa dirinya memiliki hubungan dekat dengan bakal calon presiden dari PDIP, Ganjar Pranowo. Namun, dia tidak dapat memastikan apakah akan menjadi cawapres atau tidak, karena dia akan tunduk pada keputusan pimpinan partai.

"Saya pribadi sangat dekat sekali dan hampir rutin dengan Pak Ganjar. Jadi kalau chemistry sudah berulang kali dibahas. Tapi ini sekarang levelnya (keputusan) sudah level di atas," ujar Sandiaga Uno, Minggu (6/8/23).

"Jadi kita serahkan saja, mudah-mudahan dapat hasil. Saya kerja ikhlas, jadi apapun yang diputuskan saya ikhlas," lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Pertimbangan PPP Muhammad Romahurmuziy alias Rommy sebelumnya mengatakan pihaknya baru akan mengambil sikap jika Sandiaga Uno tak terpilih jadi cawapres mendampingi Ganjar Pranowo.

Rommy tak menyebut secara rinci sikap seperti apa yang bakal diambil. Ia hanya mengatakan Sandiaga sudah memenuhi syarat sebagai pendamping Ganjar di pemilihan presiden tahun depan.

"Tinggal kita berbicara, apalagi hari ini, partai parlemen tinggal PPP dan PDIP. Kalau tidak ada perubahan ya, saya katakan itu konstelasi per hari ini, karena kita tahu persis politik masih sangat cair," kata dia.

 

 

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar