Pasar Pagi Samarinda Pasca Renovasi, Mengapa Pengunjung Masih Sepi?

Ekonomi | 08 Jul 2026 | 06:20 WIB
Pasar Pagi Samarinda Pasca Renovasi, Mengapa Pengunjung Masih Sepi?
Pasar yang berdiri di jantung kota, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Samarinda Kota tersebut juga kini telah dilengkapi berbagai fasilitas yang jauh lebih baik dibandingkan kondisi sebelumnya.

Uwrite.id - Samarinda - Pasar Pagi Samarinda kini berubah secara fisik. Bangunannya kini tampil lebih megah dan modern usai direvitalisasi.

Pasar yang berdiri di jantung kota, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Samarinda Kota tersebut juga kini telah dilengkapi berbagai fasilitas yang jauh lebih baik dibandingkan kondisi sebelumnya.

Namun sayang, perubahan tersebut ternyata belum diikuti dengan meningkatnya jumlah pengunjung yang datang untuk berbelanja.

Aktivitas jual beli di dalam pasar masih belum seramai yang diharapkan.

Ahmad Syarif, pengamat ekonomi Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, mengatakan, revitalisasi pasar merupakan langkah positif yang patut diapresiasi karena berhasil meningkatkan kualitas bangunan serta kenyamanan pengunjung.

Kondisi Pasar Pagi, sebut dia, saat ini sudah jauh lebih baik, baik itu dari sisi keamanan, kebersihan, maupun fasilitas.

Terkait sepinya pasar, Ahmad Syarif menjelaskan, terdapat beberapa faktor yang jadi penyebab.

Kata dia, faktor pertama adalah daya beli masyarakat yang hingga kini belum sepenuhnya pulih.

Kondisi tersebut membuat masyarakat menjadi lebih berhati-hati dan selektif saat membelanjakan uangnya.

Selain itu, perkembangan platform belanja daring seperti Shopee dan Tokopedia turut mengubah pola konsumsi masyarakat.

“Jadi pengiriman yang cepat juga menyebabkan orang-orang itu lebih senang belanja online,” tuturnya.

Meski menghadapi tantangan tersebut, Ahmad Syarif optimistis bahwa Pasar Pagi Samarinda masih memiliki peluang besar untuk kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Empat Strategi Agar Pasar Kembali Ramai

Menurut Ahmad Syarif, Pemerintah Kota Samarinda dapat menerapkan sedikitnya empat langkah strategis untuk meningkatkan daya tarik pasar.

Langkah pertama adalah membangun ekosistem ekonomi yang sehat melalui penataan biaya sewa kios maupun retribusi agar tetap kompetitif bagi para pedagang.

Kedua, pemerintah perlu menghadirkan kegiatan rutin seperti festival kuliner, bazar UMKM, pasar murah, hingga pertunjukan budaya yang mampu menarik masyarakat datang ke kawasan pasar.

Ketiga, promosi melalui berbagai kanal digital harus terus diperkuat agar Pasar Pagi tidak hanya dikenal sebagai tempat berbelanja, tetapi juga menjadi destinasi wisata perkotaan.

Keempat, digitalisasi pedagang perlu terus didorong, baik melalui penerapan pembayaran non-tunai maupun pemasaran produk secara daring.

Menurut Ahmad, perubahan perilaku konsumen saat ini mengharuskan pedagang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.

"Karena tadi itu pergeseran masyarakat itu menginginkan adanya cukup dari rumah saja, itu sudah cukup belanja," tandasnya. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar