Musim Hujan, Panwascam Cijeunjing Intensifkan Pengamanan Logistik Pemilu

Politik | 31 Jan 2024 | 22:53 WIB
Musim Hujan, Panwascam Cijeunjing Intensifkan Pengamanan Logistik Pemilu
Ketua Panwascam Cijeunjing, Yudilfan Azis/Foto: Febriansyah

Uwrite.id - Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) Cijeungjing menyoroti urgensi menjaga keamanan logistik Pemilu di tengah musim penghujan. 

Ketua Panwascam, Yudilfan Azis, menekankan risiko kotak suara dan kertas suara yang rentan rusak.

Dalam upaya memitigasi risiko, Panwascam Cijeungjing berkoordinasi dengan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan pihak terkait untuk menyediakan gudang representatif yang aman dari cuaca dan upaya sabotase.

"Kami meminta PPK untuk menyediakan palet agar logistik tidak langsung menyentuh lantai gudang, mengingat sebagian besar logistik Pemilu 2024 terbuat dari kertas," ujar Yudilfan Azis. Rabu (31/1/2024) di Sekretariat Panwascam Cijeunjing.

Panwascam merekomendasikan penggunaan aula kantor kecamatan sebagai gudang logistik yang representatif dan telah mendapat izin dari Camat. 

“Keberhasilan Pemilu sangat tergantung pada kelancaran pengelolaan logistik. Nyawa Pemilu ada di logistik,” tegasnya.

Mereka juga menekankan pentingnya memastikan jumlah, jenis, kualitas, dan waktu distribusi yang tepat sesuai peraturan.

Azis menjelaskan bahwa pengawasan logistik pemilu adalah tugas Panwaslu sesuai undang-undang, dan fokusnya mencakup jenis, jumlah, kualitas, dan waktu distribusi. 

"Berdasarkan PKPU Nomor 14 Tahun 2023 dan PKPU Nomor 16 Tahun 2023, logistik pemilu melibatkan perlengkapan pemungutan suara seperti kotak suara, surat suara, tinta, bilik pemungutan suara, segel, alat mencoblos, dan TPS," jelasnya. 

Azis menegaskan bahwa pengawasan logistik pemilu merupakan tugas, wewenang, dan kewajiban Panwaslu sesuai undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu dan Perbawaslu Nomor 12 tentang Pengawasan Pengadaan dan Pendistribusian perlengkapan pemungutan suara.

Logistik pemilu juga diutamakan untuk lokasi terpencil, mempertimbangkan waktu yang dibutuhkan di setiap tingkatan penyelenggara Pemilu.

Namun, Azis menyampaikan kekhawatiran terkait pengurangan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kecamatan Cijeungjing dan potensial dampak negatifnya terhadap partisipasi pemilih. 

Mereka berkomitmen untuk menghadapi tantangan tersebut demi kesuksesan Pemilu sambil meningkatkan partisipasi pemilih.

"Penyempitan TPS bisa menurunkan tingkat partisipasi karena jarak yang lebih jauh. Kami dihadapkan pada tantangan untuk sukses dalam Pemilu sambil meningkatkan partisipasi pemilih," ujarnya.

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar