Pantai Benteng Kalianda, Wisata Alam dan Sejarah

Lingkungan Hidup | 02 Sep 2023 | 20:03 WIB
Pantai Benteng Kalianda, Wisata Alam dan Sejarah
Selain menyuguhkan pandangan laut yang indah, pantai ini juga menyimpan saksi sejarah penting perjuangan pahlawan kemerdekaan

Uwrite.id - Lampung Selatan, Jika berbicara pesona alam, Lampung Selatan adalah salah satu diantara daerah yang kaya nan indah dengan Ragam sejarah, seni, budaya, kuliner dan wisata alam nya. Tak heran Lamsel menjadi pilihan rekreasi bagi wisatawan lokal dan luar daerah.

Pantai Benteng, terletak bersebelahan dengan pantai sanggar yakni di kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, berhasil menjadi salah satu tempat favorit bagi kawula muda untuk menikmati senja di sore hari.

Selain menyuguhkan pandangan laut yang indah, pantai ini juga menyimpan saksi sejarah penting perjuangan pahlawan kemerdekaan dalam mengusir penjajah belanda kala itu, atau lebih dikenal dengan sejarah perang 5 Jam di Kalianda.

Berkilas di masa lalu pantai tersebut merupakan tempat berlabuh nya kapal pengangkut logistik dan pasukan tentara Belanda untuk menyerang kota Kalianda. Serta di pantai itu pula terdapat benteng bangunan belanda yang masuk ke dalam tanah dan jalurnya menembus ke pusat kota Kalianda.

Pemandangan Senja di Pantai Benteng 

Para masyarakat sekitar meyakini bahwa benteng tersebut merupakan siasat licik dari tentara Belanda untuk menduduki kota Kalianda dan menaklukan pasukan pejuang kemerdekaan Indonesia saat itu.

Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat pengunjung lebih mendominasi para kaum muda yang ingin berfoto-foto dengan pemandangan langsung menghadap ke arah laut.

Rara dan Zalva, salah satu anak muda yang berkunjung ke pantai tersebut menuturkan bahwa, pantai ini sangat cocok untuk anak muda yang ingin bersantai sambil menikmati sore hari dengan pemandangan laut dan gunung yang indah.

"Aku baru pertama kali kesini, tempatnya masih asri dan bagus untuk santai, apalagi kalo liat sunset disini tempatnya lebih pas. Cocok lah kalo buat anak muda," Kata Rara.

Dirinya juga menambahkan bahwa masih banyak yang perlu di kembangkan dalam Pantai Benteng tersebut, yakni fasilitas tempat bersantai dan masalah kebersihan.

"Udah bagus sih cuman perlu di tambahin lagi kayak meja, kursi dan atap buat nongkrong kak," Kompak Rara dan Zalva saat di wawancara UwriteID Lampung Sabtu sore, (2/9/23).

Rara dan Zalva, kawula muda yang berkunjung ke Pantai Benteng

Masih di tempat yang sama, Agie Rinaldi Maizuly selaku ketua pemuda setempat menjelaskan bahwa, pantai tersebut baru di kelola oleh masyarakat kelurahan Way Urang dan baru berjalan sekitar 5 bulan yang lalu.

"Ya baru-baru ini pantai di kelola oleh masyarakat disini, tentunya masih banyak kekurangan dan kami juga masih berupaya untuk mengembangkan pantai ini mulai dari fasilitas, kebersihan dan keamanan," Papar Agie.

Beliau juga menambahkan, keunggulan di pantai tersebut bukan hanya wisata alam saja, melainkan wisata arkeologi yakni bukti sejarah peperangan saat zaman penjajahan Belanda di Kalianda.

Potret benteng situs peninggalan Belanda di Pantai Benteng, Way Urang, Kalianda, Lampung Selatan

"Ada yang menarik juga disini, pengunjung gak hanya menikmati laut aja tapi ada sarana edukasi sejarah. Bahwa mengingatkan dahulu tentara Belanda masuk kota kalianda melalui benteng ini," Beber Agie kepada awak media.

Untuk harga tiket masuk Pantai Benteng dikenakan Rp. 2.000 per (motor) dan Rp. 5.000 per (mobil). Selain tiketnya murah dan mudah di jangkau, harga pemandangan yang ditawarkan oleh pantai ini lebih mahal dari itu. 

Diketahui lokasi pantai tersebut berdampingan dengan lahan milik bupati Lamsel Hi. Nanang Ermanto yang sedang dalam pengerjaan untuk membangun hotel miliknya.


 

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar