Pagaralam Gelar Shalat Istisqa', Minta Hujan dan Terhindar dari Karhutla

Peristiwa | 30 Aug 2026 | 19:48 WIB
Pagaralam Gelar Shalat Istisqa', Minta Hujan dan Terhindar dari Karhutla
Keterangan foto: Warga dan personel Polres Pagaralam menunaikan shalat Istisqa' memohon hujan serta perlindungan dari kebakaran hutan dan lahan. [Istimewa]

Uwrite.id - Pagaralam - Dampak kemarau panjang akibat El Nino sudah terasa di Kota Pagaralam. Beberapa sumber mata air dilaporkan mulai menyusut debitnya. Dalam kondisi tersebut, Polres Pagaralam melaksanakan shalat Istisqa' di halaman Mapolres sebagai upaya spiritual memohon turunnya hujan sekaligus memohon keselamatan bagi warga.

Ibadah berlangsung dengan khusyuk. Jajaran pejabat dan anggota Polres khidmat memanjatkan doa agar Tuhan Yang Maha Esa segera menurunkan hujan untuk membasahi tanah yang mulai kering.

Kapolres Pagaralam AKBP Adam Purbantoro S.I.K, bersama Kasubsi Penmas Penda Neni Dianti, menyampaikan bahwa pelaksanaan shalat istisqa' tidak hanya bertujuan meminta hujan.

“Lewat shalat istisqa' ini kita bersama memohon kepada Allah agar segera diturunkan hujan. Kita juga berdoa supaya Kota Pagaralam dijauhkan dari kebakaran hutan dan lahan serta bencana lainnya,” jelas Adam.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tetap siaga menghadapi musim kemarau. Kondisi yang kering sangat rentan memicu karhutla, apalagi jika ada aktivitas yang berpotensi menimbulkan percikan api.

“Harapan kami, dengan datangnya hujan kekeringan bisa segera berakhir, debit air kembali normal, dan potensi karhutla bisa ditekan,” tambahnya.

Di samping berdoa, Kapolres mengajak warga ikut menjaga lingkungan. Menghemat penggunaan air, menjaga kebersihan, dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar dinilai penting agar dampak kemarau tidak semakin parah.

“Hindari kegiatan yang bisa memicu kebakaran. Mari kita jaga bersama supaya Pagaralam tetap aman,” imbaunya.

Adam menyebut kewaspadaan ini penting karena Pagaralam memiliki banyak area perkebunan, hutan, dan lahan kosong. Api kecil saja bisa dengan cepat meluas menjadi kebakaran besar yang merugikan masyarakat dan lingkungan.

Penurunan debit air juga berdampak pada kehidupan sehari-hari, sektor pertanian, hingga perkebunan. Karena itu, doa dalam shalat istisqa' difokuskan pada dua hal: turunnya hujan dan keselamatan seluruh masyarakat.

“Kami berharap masyarakat tetap aman, pasokan air kembali mencukupi, dan Pagaralam terhindar dari karhutla serta bencana lain. Itulah doa dan harapan kita bersama,” tutupnya. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar