PA 212 Sabtu Gelar Ijtima' Ulama, Akan Tentukan Capres Mana yang Dipilih Nanti Sebagai Pengemban Misi Keumatan

Pemilu | 16 Nov 2023 | 20:21 WIB
PA 212 Sabtu Gelar Ijtima' Ulama, Akan Tentukan Capres Mana yang Dipilih Nanti Sebagai Pengemban Misi Keumatan
Beberapa hal akan dibahas dalam Itjima' Ulama tersebut. Mulai dari perang yang melanda Palestina, penanggulangan LGBT, hingga urusan politik penentuan dukungan.

Uwrite.id - Persaudaraan Alumni 212 atau PA 212 bakal menghelat Ijtima' Ulama 2023 di Kompleks Majelis Az Zikra, Sentul, Bogor pada Sabtu (18/11). Hal ini disampaikan di ajang Konferensi Pers yang digelar di Menara Hijau, Pengadegan, Jakarta Selatan. Nantinya sejumlah anggota dari berbagai organisasi masyarakat (ormas) Islam akan hadir dalam majelis tersebut.

Ketua Pelaksana Itjima' Ulama 2023, Habib Hanif Alatas mengatakan beberapa hal akan dibahas dalam Itjima' Ulama tersebut. Mulai dari perang yang melanda Palestina, penanggulangan LGBT, hingga urusan politik penentuan dukungan dalam Pemilu 2024.

"Rekomendasi kriteria kepemimpinan yang diharapkan menjadi panduan bagi umat Islam dalam memilih pemimpin," tukasnya, Kamis (16/11).

Hanif menyebut capres-cawapres Koalisi Perubahan, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau AMIN diundang dalam Ijtima' Ulama 2023.

"Kami akan mengundang capres yang dekat dengan umat Islam yaitu Pak Anies Rasyid Baswedan den wakilnya, InsyaAllah nanti akan memaparkan visi dan misinya juga," ungkap Hanif.

Dalam kesempatan yang sama, penggangung jawab Ijtima' Ulama 2023, Muhyidin Junaidi berpesan masyarakat harus memilih pemimpin berani untuk melakukan perubahan.

"Oleh karena itu kami harus cerdik memilih menjatuhkan pilihan kepada calon pemimpin yang punya capacity, punya visi, punya keberanian untuk melakukan perubahan bagi Indonesia yang lebih maju, aman dan damai," tegas dia. (*)


 

 

 


 

 

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar