Nyasar ke Gudang, Warga Desa Kutamandarakan Terkejut dan Takjub pada Sosok Macan Tutul Jantan yang Ditemukan

Uwrite.id - Kuningan - warga dibuat geger. Betapa tidak, seekor satwa endemik macan tutul jantan tidak lagi berada di habitatnya. Pasca terperangkap di gudang Balai Desa Kutamandarakan, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, seekor macan tutul jantan berumur 3 tahun dengan bobot kurang lebih 30 kilogram akhirnya tuntas dievakuasi petugas BKSDA, Selasa kemarin (26/08).
Hewan liar yang diduga tersasar itu akhirnya dipastikan akan menjalani pemulihan sebelum dilepasliarkan kembali ke habitatnya. Macan tutul itu sebelumnya telah berhasil dilumpuhkan oleh petugas melalui proses dramatis.
Ratusan warga desa terkejut dan takjub sehingga berkumpul di sekitar lokasi. Mereka penasaran melihat keberadaan macan tutul itu selama proses evakuasi.

Kejadian bermula pada Senin (25/08) malam ketika warga mendengar suara auman yang dikira suara kucing atau bahkan suara mistis. Penemuan baru terungkap pada Selasa pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Proses evakuasi berlangsung mulai pukul 14.30 WIB hingga 16.30 WIB.
Seorang pekerja bangunan bernama Imam pertama kali menemukan satwa itu saat membuka pintu gudang desa untuk mengambil material. Ia terkejut mendapati macan tutul sedang tidur di balik pintu. Saat pintu dibuka, satwa tersebut langsung lari dan bersembunyi di ruangan lain.
Penemuan segera dilaporkan ke aparat desa yang berkoordinasi dengan Polres Kuningan, BPBD Kabupaten Kuningan, Damkar Kuningan, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Barat.
Tim BKSDA Jawa Barat Wilayah Cirebon kemudian tiba di lokasi. Setelah persiapan sekitar 3 jam, tim berhasil melumpuhkan macan tutul menggunakan senjata bius dan memasukkannya ke kandang khusus dengan aman.
Kepala Bidang BKSDA Wilayah 3 Jawa Barat, Achmad Arifin, menjelaskan satwa tersebut akan menjalani observasi dan pemulihan. “Selama masa pemulihan, macan tutul akan dikarantina di penangkaran, kemungkinan di Lembang Zoo atau lokasi lain,” ungkap Arifin.
Proses evakuasi mendapat pengamanan ketat dari Polres Kuningan. Petugas UPT Damkar dan BPBD Kuningan turut membantu jalannya evakuasi.
Kapolres Kuningan yang hadir di lokasi mengimbau masyarakat agar lebih peduli lingkungan. “Masuknya macan tutul ke pemukiman warga menunjukkan adanya ketidakseimbangan ekosistem di alam,” tegasnya. (*)
Tulis Komentar