MPM Muhammadiyah Gelar Forum Inklusi Ramadan di UMY, 600 Warga Terima Bantuan

Uwrite.id - YOGYAKARTA — Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Forum Inklusi Sosial dan Pengajian Ramadan bersama komunitas dampingan di Masjid Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Minggu (8/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jaringan masyarakat akar rumput Muhammadiyah sekaligus menebar semangat berbagi di bulan suci Ramadan.
Forum yang mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Jaringan Akar Rumput Muhammadiyah” tersebut diikuti oleh berbagai kelompok masyarakat yang selama ini mendapatkan pendampingan dari MPM PP Muhammadiyah. Selain pengajian Ramadan, kegiatan ini juga diisi dengan pembagian paket bantuan Ramadan kepada ratusan penerima manfaat.
Sebanyak 600 individu dari 11 kelompok masyarakat menerima paket bantuan tersebut. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, seperti petani, nelayan, kelompok difabel, masyarakat rentan di wilayah perkotaan, hingga kelompok binaan lainnya.
Ketua MPM PP Muhammadiyah, Nurul Yamin, mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu upaya organisasi untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, kesetaraan, dan kegembiraan dalam menyambut Ramadan serta Idul Fitri 1446 Hijriah.
Menurut dia, forum inklusi sosial tersebut dirancang sebagai ruang pertemuan bagi berbagai kelompok masyarakat yang didampingi oleh MPM agar dapat saling berbagi pengalaman dan memperkuat solidaritas.

“Forum ini menjadi wadah inklusi yang diharapkan mampu mempererat kebersamaan serta menciptakan suasana gembira di antara masyarakat yang didampingi, sehingga mereka dapat merayakan Ramadan dan Idul Fitri bersama,” ujar Yamin dalam kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus UMY.
Ia menambahkan, program pemberdayaan masyarakat telah menjadi bagian dari gerakan Muhammadiyah sejak organisasi tersebut berdiri pada 1912. Oleh karena itu, kegiatan berbagi di bulan Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai pemberian bantuan, tetapi juga sebagai upaya memperkuat kapasitas masyarakat.
Yamin berharap berbagai program pemberdayaan yang dijalankan MPM PP Muhammadiyah dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat penerima bantuan, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun kehidupan beragama.
“Ke depan kami akan terus mengembangkan program-program pemberdayaan yang inovatif agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat yang kami dampingi,” kata dia.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Utama Lazismu PP Muhammadiyah Ibnu Tsana serta sejumlah perwakilan mitra yang selama ini berkolaborasi dalam berbagai program sosial.
Salah satu mitra yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Danone Indonesia yang telah mendukung program-program MPM PP Muhammadiyah sejak 2023 melalui berbagai inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan.
Senior Director Public Affairs & Sustainability Danone Indonesia Karyanto Wibowo mengatakan dukungan tersebut tidak hanya diberikan dalam kegiatan Ramadan, tetapi juga melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Ia menyebutkan, salah satu program yang telah dijalankan adalah pembangunan fasilitas pengolahan dan pemilahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan, Yogyakarta.
Selain itu, kerja sama antara Danone Indonesia dan MPM PP Muhammadiyah juga dilakukan melalui program penyediaan akses air bersih dengan pembangunan sumur pompa bor di sejumlah daerah di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, MPM PP Muhammadiyah berharap jaringan komunitas dampingan dapat semakin kuat dan mampu berkembang secara mandiri, sekaligus memperluas dampak program pemberdayaan bagi masyarakat yang membutuhkan. (Any)

Tulis Komentar