MMD Alias Melki Diringkus Aparat Kepolisian, Imbas Kasus Penebasan di Sumba Tengah NTT

Hukum | 14 Jul 2026 | 08:19 WIB
MMD Alias Melki Diringkus Aparat Kepolisian, Imbas Kasus Penebasan di Sumba Tengah NTT
Kepolisian mengimbau warga agar tidak membuat asumsi liar terkait motif pembunuhan sebelum hasil penyelidikan rampung. Pihak berwajib memastikan seluruh fakta akan dibuka berdasarkan bukti dan pemeriksaan terkait peristiwa in

Uwrite.id - Waibakul - Aparat penegak hukum bergerak sigap meringkus seorang pria berinisial MMD alias Melki, 30 tahun, yang dicurigai sebagai otak di balik pembunuhan terhadap Paulus Kaledi Wawo, 45 tahun, di wilayah Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur. Kendatipun tersangka sudah berhasil diamankan, pihak kepolisian sampai saat ini masih terus menelusuri apa motif di balik aksi penebasan yang menyebabkan korban tewas.

Tragedi berdarah itu terjadi pada Senin, 06 Juli, di area Jagalimu, Desa Dewatana, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah. Jenazah korban ditemukan terkapar berlumuran darah di bahu jalan setelah diduga ditebas menggunakan parang khas Sumba Barat.

Saat dikonfirmasi awak media, Kapolres Sumba Barat AKBP Johanis Nisa Pewali membenarkan insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berjalan untuk membongkar secara tuntas rangkaian peristiwa maupun pemicu terjadinya aksi menghilangkan nyawa itu.

Menurut Kapolres, tak lama setelah kejadian, anggota kepolisian langsung turun tangan menangkap terduga pelaku agar situasi di lokasi tetap aman dan terkendali. Tindakan cepat itu juga ditempuh supaya jalannya penyidikan bisa berjalan optimal.

Selain mengamankan MMD, petugas juga turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga ada kaitannya dengan kasus ini. Bukti-bukti yang disita meliputi sebilah parang yang diduga dipakai untuk menebas korban, uang tunai Rp400 ribu yang ditemukan di kantong celana korban, satu unit sepeda motor Suzuki Shogun 125, serta dua buah jerigen berisi BBM dengan kapasitas masing-masing 20 liter.

Namun begitu, penyidik belum bisa memastikan pemicu pasti dari pembunuhan ini. Saat ini polisi masih menghimpun alat bukti dan memintai keterangan sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tersebut.

Berdasarkan informasi yang didapat, sebelum peristiwa terjadi korban sempat mampir ke rumah Senen T.L. A di Kampung Jagalimu untuk mengantarkan sehelai kain. Usai menyerahkan kain itu, korban masih sempat duduk dan menyeruput teh bersama tuan rumah.

Ketika berada di rumah itu, Senen melihat sejumlah pria berdiri di pinggir jalan. Di antara mereka ada Melkianus, Markus, Darius, dan satu orang lain yang identitasnya belum diketahui.

Korban sempat mengobrol sebentar dan meminta Markus untuk mengambilkan bahan bakar di rumahnya. Setelah itu korban berpamitan karena menyebut sudah ada yang akan menjemput.

Selang beberapa saat, Senen kembali dari belakang rumah dan mendapati korban sudah tergeletak di badan jalan dalam kondisi bersimbah darah. Ia pun berteriak meminta bantuan warga lalu melapor ke kepala dusun dan Polsek Katikutana.

Hingga kini penyidik masih memeriksa para saksi serta menggali keterangan dari tersangka. Pihak kepolisian juga sudah melakukan visum terhadap jasad korban sebagai bagian dari pembuktian untuk mengungkap kasus ini secara terang-benderang.

Kepolisian mengimbau warga agar tidak membuat asumsi liar terkait motif pembunuhan sebelum hasil penyelidikan rampung. Pihak berwajib memastikan seluruh fakta akan dibuka berdasarkan bukti dan pemeriksaan yang dilakukan secara profesional sesuai aturan hukum yang berlaku. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar