Misteri di Balik Pengunduran Diri Ketua dan Wakil Ketua Otorita IKN

Opini | 03 Jun 2024 | 22:54 WIB
Misteri di Balik Pengunduran Diri Ketua dan Wakil Ketua Otorita IKN
Dikutip dari situs Sinar Mas Land, kunjungan tersebut dalam rangka melihat penerapan proyek green building di kawasan BSD Green Office Park.

Uwrite.id - Samarinda - Pengunduran diri Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono, dan Wakil Kepala Otorita IKN, Dhony Rahajoe, menuai perhatian publik akhir-akhir ini. Hingga berita ini diturunkan Uwrite.id - yang tengah berada di Kalimantan Timur - latar belakang pengunduran diri keduanya masih belum terjawab.

Pengumuman pengunduran diri tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, pada Senin (03/06). Namun, baik Bambang maupun Dhony belum memberikan klarifikasi tentang alasan di balik langkah mereka. Yang pasti, Presiden Joko Widodo telah menerima surat pengunduran diri mereka tanpa penjelasan spesifik mengenai alasan tersebut.

Sebagai langkah cepat, Presiden Jokowi menunjuk Basuki Hadimuljono sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Otorita IKN dan Raja Juli Antoni sebagai Plt Wakil Kepala Otorita IKN. Tugas utama Basuki dan Raja Juli Antoni kini adalah mempercepat realisasi program pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan menyelesaikan permasalahan status tanah yang ada.

Di tengah beragam spekulasi, kepercayaan investor tetap diharapkan tinggi menyusul pengunduran diri Bambang dan Dhony. Sementara itu, progres pembangunan IKN sendiri telah mencapai 80% untuk tahap pertama dan kedua. Ini menjadi bukti nyata dari kemajuan yang telah dicapai hingga saat ini.

Dhony Rahajoe, yang merupakan petinggi Sinarmas Land dan pernah terlibat dalam proyek BSD City, belum memberikan klarifikasi terkait langkahnya meninggalkan jabatan tersebut.

Di sisi lain, Bambang Susantono, yang dikenal sebagai pakar perencanaan infrastruktur dan transportasi serta pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Asian Development Bank (ADB), akan diberikan tugas baru. Ia diharapkan untuk memperkuat kerja sama internasional demi percepatan pembangunan IKN.

Dengan latar belakang yang solid dari kedua tokoh ini, banyak yang bertanya-tanya apa sebenarnya alasan mereka mengundurkan diri. Hingga kini, pertanyaan tersebut masih belum terjawab, menambah misteri di balik kejadian ini.

Dalam kondisi yang penuh spekulasi ini, pemerintah tampaknya tidak tinggal diam. Langkah cepat dengan menunjuk Basuki Hadimuljono dan Raja Juli Antoni menunjukkan bahwa pemerintah ingin memastikan bahwa pembangunan IKN tetap berjalan sesuai dengan rencana. Oleh karena itu, perhatian publik saat ini juga tertuju pada bagaimana kinerja keduanya dalam mengemban tugas baru ini.

Merujuk pada perkembangan IKN yang cukup pesat, diharapkan proyek ini dapat terus maju tanpa hambatan berarti. Dan walaupun pengunduran diri Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe menciptakan tanda tanya besar, optimisme tetap ada bahwa proyek ini akan berhasil mencapai tujuannya.

Apakah kejadian ini akan mempengaruhi kepercayaan investor terhadap proyek IKN? Bagaimana pula langkah pemerintah ke depan? Jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan ini mungkin akan terjawab seiring berjalannya waktu. Yang pasti, perhatian publik kiani terus terpaku pada Ibu Kota Negara Nusantara dan berbagai dinamika yang menyertainya.

Latar belakang mengapa Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono dan Wakil Kepala Otorita IKN Dhony Rahajoe mundur dari jabatannya, masih belum terjawab.

Pengumuman pengunduran diri Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Senin (03/06).

Tetapi, menurut Pratikno, keduanya tidak menjelaskan alasan pengunduran dirinya.

Hingga Senin (03/06) petang, Bambang dan Dhony belum memberikan keterangan tentang alasannya.

Apa Alasan Pengunduran Diri?

Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan Presiden Joko Widodo sebelumnya telah menerima surat pengunduran diri keduanya.

Menurutnya, Dhony terlebih dulu mengajukan pengunduran diri, lalu disusul Bambang.

Namun menurut Pratikno, keduanya tidak menjelaskan alasan pengunduran dirinya.

"Ya kalau namanya mundur di surat nggak disebutkan, tentu saja kami nggak tahu juga," katanya.

Dia menjelaskan, Jokowi sudah meneken Keputusan Presiden (Kepres) tentang pemberhentian keduanya.

Apa Tugas Utama Basuki dan Raja Juli Antoni?

Sebagai Plt Kepala Otorita IKN, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono diberi mandat oleh Presiden Joko Widodo untuk mempercepat realisasi program pembangunan Ibu Kota Nusantara melalui penyelesaian persoalan status tanah dan pembentukan pemerintah daerah khusus IKN.

Dijelaskan oleh Basuki, percepatan program pembangunan IKN berfokus kepada urban design yang dapat memberikan manfaat positif bagi masyarakat.

Akan tetapi, menurutnya, pelaksanaan program tersebut terganjal persoalan status tanah untuk kepentingan investasi di IKN.

Untuk mengatasi itu, kata Basuki, Presiden Jokowi mengangkat Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang Raja Juli Antoni sebagai Pelaksana Tugas Wakil Kepala Otorita IKN.

Menurut Basuki, investor membutuhkan kepastian hukum atas status tanah di IKN untuk menjamin investasi mereka.

Sejauh Mana Proyek IKN Berjalan?

Lebih lanjut Basuki menjelaskan saat ini progres pembangunan IKN sudah mencapai 80% untuk tahap 1 dan 2 dengan penggunaan dana APBN.

Presiden Joko Widodo yang direncanakan melakukan peletakan batu pertama sejumlah fasilitas pada Senin hingga Rabu, 5 Juni 2024, juga tidak lagi bermalam di area camping, melainkan di rumah menteri.

"Nanti Presiden mau ke IKN, jadi nginepnya bukan di camping lagi tapi sudah di rumah jabatan menteri, menunjukkan bahwa ini sudah siap," kata Basuki.

Adapun tugas Basuki dan Wamen ATR Raja Juli Antoni adalah menyelesaikan persoalan status tanah hingga pembentukan pemerintah daerah khusus IKN.

Kejelasan dari status tanah tersebut, kata Basuki, akan mempercepat investasi masuk di IKN.

Apakah Terkait Peringatan 17 Agustus di IKN?

Belum adanya penjelasan tentang alasan Bambang dan Dhony mundur, membuat wartawan bertanya apakah itu terkait rencana penyelenggaraan upacara peringatan 17 Agustus 2024 di IKN?

"Enggak [terkait dengan 17 Agustus], itu beda lagi," kata Basuki Hadimuljono, yang baru saja ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) Kepala Otoritas IKN.

Basuki mengutarakan hal itu di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (03/06), usai pengumuman pengunduran diri Bambang dan Dhony. Dia bersama Pratiktno memberikan keterangan pers bersama.

Basuki menjelaskan, sejauh ini tidak ada perubahan terkait dengan peringatan kemerdekaan Indonesia yang akan tetap dilaksanakan di ibu kota baru tersebut.

Dia kemudian menyebutkan bahwa pemerintah akan menggelar simulasi peringatan kemerdekaan di IKN.

Siapa Pengganti Bambang dan Dhony di IKN?

Selain mengumumkan pengunduran diri Bambang dan Dhony, Mensesneg Pratikno juga menjelaskan siapa yang akan menggantikan posisi mereka.

Menurutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjadi Plt Kepala Otorita IKN.

Jokowi juga mengangkat Wakil Menteri Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Raja Juli Antoni sebagai Plt Wakil Kepala Otorita IKN.

Menurut Mensesneg, Basuki dan Raja Juli Antoni akan menjalankan tugas tersebut sampai ditunjuknya kepala Otorita IKN dan wakil kepala Otorita IKN yang definitif.

"Kita lihat perkembangan," ujar Pratikno.

"Jadi, kami berdua akan segera memutuskan status tanah di IKN ini, apakah dijual atau disewa? Kami ingin mempercepat itu sehingga para investor tidak ragu-ragu lagi untuk melakukan investasi," katanya.

Selain itu, keduanya diberi tugas untuk mempersiapkan embrio skema Pemerintah Daerah Khusus (Pemdasus) IKN, seiring dengan pemindahan ibu kota dari Jakarta ke IKN.

"Karena nanti begitu Perpres (Peraturan Presiden) ditandatangani Bapak Presiden tentang IKN maka akan ada embrio Pemdasus IKN tersebut. IKN tidak serta merta menjadi Pemdasus karena memang tugas OIKN mempercepat pembangunan IKN," ujarnya.

Pemdasus akan disiapkan tersendiri melalui peran satuan tugas bersama Kementerian Dalam Negeri, kata Basuki menambahkan.

Apa Tugas Baru Bambang Susantono?

Di hadapan pers, Mensesneg Pratikno mengatakan, Bambang Susantono akan mendapat tugas baru setelah dia mundur dari jabatannya semula.

Bambang akan ditugaskan membantu langsung Presiden dalam memperkuat kerja sama internasional untuk percepatan pembangunan IKN.

"Pak Bambang Susantono akan diberi penugasan baru, membantu langsung Bapak Presiden untuk memperkuat kerja sama internasional bagi percepatan pembangunan IKN," ujar Pratikno.

Apa Dampak Pengunduran Diri bagi Proyek IKN?

Basuki Hadimuljono, yang baru saja ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) Kepala Otoritas Ibu Kota Nusantara, mengharapkan, kepercayaan investor tetap tinggi setelah pengunduran diri Bambang dan Dhony Rahajoe.

"Tapi saya kira enggak ada masalah. Mudah-mudahan justru mempertinggi kepercayaan karena yang menggantikan menteri dan wakil menteri," ujar Basuki.

Dia menjelaskan bahwa tugas Plt Kepala Otorita IKN tidak ada bedanya dengan tugas yang selama ini diemban oleh Bambang Susantono selaku pejabat sebelumnya.

Siapakah Bambang Susantono?

Sebelum berkiprah di IKN, Bambang dikenal luas sebagai pakar perencanaan infrastruktur dan transportasi.

Bambang juga pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) dengan spesialisasi tugas urusan pengelolaan pengetahuan dan pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, Dhony Rahajoe merupakan petinggi salah satu perusahaan swasta di Indonesia yang bergerak di sektor properti, yakni Sinarmas Land.

Bambang Susantono merupakan lulusan teknik sipil Institut Teknologi Bandung (ITB) 1987.

Dan Siapa Dhony Rahajoe?

Dikutip dari situs Sinar Mas Land, salah satu perusahaan pengembang terbesar di Indonesia, Dhony Rahajoe merupakan Managing Director for President Office of Sinar Mas Land. Dia juga dikenal terlibat dalam proyek BSD City.

Seperti dikutip dari Kompas.com, Dhony merupakan lulusan Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB) 1984.

Dhony telah berkarir di PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) yang merupakan bagian dari Sinar Mas Land.

Pada 2021, sebelum UU IKN diresmikan DPR dan ditandatangani Jokowi, pemerintah beberapa kali mengadakan kunjungan ke wilayah yang dikembangkan oleh Sinar Mas Land dan Dhony Rahajoe kerap hadir mewakili perusahaannya.

Pada 7 Oktober 2021, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa berkunjung ke BSD City.

Dikutip dari situs Sinar Mas Land, kunjungan tersebut dalam rangka melihat penerapan proyek green building di kawasan BSD Green Office Park.

"Hal itu berkaitan dengan rencana pemerintah dalam pembangunan kawasan perkantoran di Ibu Kota Negara (IKN) baru yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur. Dalam membangun IKN, pemerintah memastikan aspek lingkungan menjadi salah satu elemen penting."

Pada 19 Oktober 2021, tim Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang berkunjung ke Marketing Office BSD City.

"Kunjungan kerja tersebut diselenggarakan dalam rangka mempelajari pembangunan pusat pertumbuhan kota baru salah satunya proyek township BSD City."

"Hal itu berkaitan dengan rencana pemerintah dalam pembangunan proyek Ibu Kota Negara (IKN) baru yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur," dikutip dari rilis Sinar Mas Land di situsnya. (*)

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar