Micro Teaching jadi Jembatan Praktik, Mahasiswa Tadris Bahasa Inggris IAI MU Mengabdi di SDN 10 Tanjungpinang Timur

Uwrite.id - Tanjungpinang — Program Studi Tadris Bahasa Inggris Institut Agama Islam (IAI) Miftahul Ulum Tanjungpinang melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Micro Teaching: Transformasi Pembelajaran Teoritis, Praktik di Kampus ke Praktik Nyata di Sekolah” di SD Negeri 10 Tanjungpinang Timur, pada 5–8 Mei 2025.
Kegiatan ini melibatkan 11 mahasiswa semester VI bersama dua dosen pembimbing, yakni Dra. Elmiwati, M.Pd selaku ketua tim dan Joko Iswanto, M.Si sebagai anggota. Program ini menjadi wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam menjembatani pembelajaran teoritis di kampus dengan praktik pembelajaran langsung di sekolah dasar.

Melalui pendekatan micro teaching berbasis kelas nyata, mahasiswa diberikan kesempatan mengajar langsung siswa kelas III, IV, dan V dengan jumlah total mencapai 290 siswa. Beragam metode pembelajaran interaktif diterapkan, mulai dari permainan edukatif, lagu berbahasa Inggris, flashcard bergambar, role play, hingga media visual kontekstual yang disesuaikan dengan karakteristik siswa sekolah dasar.
Menurut Ketua Tim PKM, Dra. Elmiwati, M.Pd, kegiatan ini dirancang untuk mengatasi kesenjangan antara penguasaan teori pembelajaran dengan realitas di lapangan. “Micro teaching tidak lagi hanya sebatas simulasi antar-mahasiswa, tetapi benar-benar diterapkan di kelas nyata agar mahasiswa memiliki pengalaman autentik sebagai calon pendidik,” ujarnya.
Selain meningkatkan kompetensi pedagogis mahasiswa, kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi sekolah mitra. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti pembelajaran Bahasa Inggris, terutama saat materi disampaikan melalui permainan dan aktivitas kolaboratif. Metode ini dinilai mampu meningkatkan partisipasi siswa yang sebelumnya pasif.

Kepala SDN 10 Tanjungpinang Timur menyambut baik pelaksanaan program ini dan berharap kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi dapat terus berlanjut. “Kehadiran mahasiswa memberikan warna baru dalam proses pembelajaran dan menjadi motivasi tambahan bagi siswa,” ungkapnya.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan diri mahasiswa dalam mengelola kelas serta kemampuan siswa dalam mengenal dan menggunakan kosakata Bahasa Inggris dasar. Program ini sekaligus menjadi model pembelajaran kolaboratif yang sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka, yang menekankan pembelajaran kontekstual dan berpusat pada peserta didik.
Melalui kegiatan PKM ini, Prodi Tadris Bahasa Inggris IAI Miftahul Ulum Tanjungpinang menegaskan komitmennya dalam mencetak calon guru profesional yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap terjun dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Tulis Komentar