Mensesneg Prasetyo Hadi: Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet Merah Putih, Paling untuk Isi Posisi Kosong

Politik | 02 Aug 2026 | 08:13 WIB
Mensesneg Prasetyo Hadi: Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet Merah Putih, Paling untuk Isi Posisi Kosong
Mensesneg Prasetyo Hadi saat memberikan keterangan pers (01/08). [lstimewa]

Uwrite.id - Jakarta - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi buka suara soal kabar reshuffle Kabinet Merah Putih yang beredar akan terjadi pada awal Agustus 2026. Ia memastikan untuk saat ini belum ada rencana perombakan kabinet.

Menurut Prasetyo, jika pun ada perubahan, itu hanya sebatas untuk mengisi jabatan yang saat ini kosong.

"Reshuffle? Sementara belum ada. Kalaupun misalnya ada, barangkali untuk mengisi kekosongan-kekosongan dari beberapa posisi yang ditinggalkan pejabat lama karena perubahan kemarin," kata Prasetyo kepada wartawan saat dalam perjalanan dari Batang, Jawa Tengah menuju Jakarta, Kamis 30 Juli 2026 malam.

2 Posisi Wamen Kosong

Prasetyo mencontohkan dua posisi yang saat ini lowong di kabinet.

Pertama kursi Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Jabatan itu kosong setelah Silmy Karim ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi.

Kedua kursi Wakil Menteri Pertanian yang ditinggalkan Sudaryono. Kini Sudaryono menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Nanik S Deyang yang mundur karena alasan kesehatan.

"Ya contohnya seperti wamentan gitu," ujarnya.

Presiden Prabowo Belum Bahas

Lebih lanjut Prasetyo menegaskan, Presiden Prabowo Subianto belum membahas rencana reshuffle dengan pihaknya.

"Oh iya itu Wamen Imipas juga kosong. Tapi memang terus terang kita belum, Bapak Presiden juga belum berdiskusi mengenai rencana adanya pergantian atau reshuffle kabinet," ucapnya.

Sebelumnya, Silmy Karim dicopot dari jabatannya setelah menjadi tersangka dalam kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi terkait pengurusan izin tinggal warga negara asing.

Bahlil: Reshuffle Hak Prerogatif Presiden

Isu reshuffle juga ditanggapi Ketua Umum Partai Golkar yang kini menjabat Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.

Bahlil menyebut keputusan reshuffle sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo. Ia meminta semua pihak tidak berspekulasi berlebihan.

"Jangan selalu berspekulasi melampaui batas kewenangan. Sekali lagi, reshuffle itu prerogatif Bapak Presiden," tegas Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 28 Juli.

Hingga saat ini, Istana belum mengumumkan jadwal resmi terkait kemungkinan pengisian jabatan kosong di Kabinet Merah Putih. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar