Mengenal Sistem Proporsional Terbuka dan Tertutup

Politik | 30 May 2023 | 13:46 WIB
Mengenal Sistem Proporsional Terbuka dan Tertutup
Gambar dok. Pribadi

Uwrite.id - Sistem proporsional tertutup dan sistem proporsional terbuka adalah dua jenis sistem pemilihan yang digunakan dalam banyak negara di dunia. Keduanya memiliki perbedaan dalam mekanisme pemilihan anggota legislatif dan penghitungan suara. Mari kita bahas lebih lanjut tentang masing-masing sistem.

Sistem Proporsional Tertutup

Sistem proporsional tertutup adalah sistem di mana pemilih memberikan suaranya kepada partai politik, bukan kepada calon individu. Dalam sistem ini, partai politik menentukan daftar calon anggota legislatif sebelum pemilihan dilakukan. Pemilih kemudian memberikan suara kepada partai politik, dan kursi di parlemen didistribusikan berdasarkan persentase suara yang diperoleh oleh partai tersebut. Calon-calon dalam daftar partai dipilih berdasarkan urutan yang ditentukan oleh partai, biasanya dalam bentuk daftar peringkat.

Kelebihan sistem proporsional tertutup 

Meningkatkan stabilitas politik karena partai politik memiliki kontrol yang lebih besar terhadap urutan calon yang dipilih dan Memperkuat peran partai politik dalam proses legislatif dan pembentukan kebijakan.

Kelemahan sistem proporsional tertutup

Kurangnya transparansi dan akuntabilitas karena pemilih tidak memiliki pengaruh langsung dalam menentukan calon mana yang akan mewakili mereka di parlemen dan Mengurangi kebebasan pemilih dalam memilih calon yang mereka anggap paling kompeten.

Sistem Proporsional Terbuka

Sistem proporsional terbuka adalah sistem di mana pemilih memberikan suaranya langsung kepada calon individu yang mereka pilih, bukan kepada partai politik. Dalam sistem ini, suara pemilih dihitung secara individual untuk setiap calon. Kursi di parlemen kemudian didistribusikan berdasarkan perolehan suara individu calon dari berbagai partai politik.

Kelebihan sistem proporsional terbuka

Memberikan kebebasan kepada pemilih untuk memilih calon yang mereka anggap paling kompeten dan mewakili kepentingan mereka dan Memungkinkan pemilih untuk lebih mengenal calon secara individu dan melibatkan mereka dalam proses politik.

Kelemahan sistem proporsional terbuka 

Mungkin menyebabkan fragmentasi politik karena calon dapat berasal dari berbagai partai politik, yang dapat menghasilkan parlemen yang terdiri dari banyak partai dengan kepentingan yang beragam dan Memungkinkan calon dengan popularitas tinggi untuk mendominasi kursi, sementara calon dengan popularitas lebih rendah mungkin kurang mendapat perwakilan.

Pilihan antara sistem proporsional tertutup dan sistem proporsional terbuka tergantung pada konteks politik dan preferensi masyarakat setempat. Setiap sistem memiliki konsekuensi yang perlu dipertimbangkan secara matang. Penting bagi suatu negara untuk memilih sistem yang dapat memastikan representasi yang adil dan akuntabel dalam proses pemilu, serta memperkuat partisipasi politik pemilih dalam menentukan perwakilan.

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar