Mengenai Sepak Terjang Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Sejumlah Insan Media Sudah Tahu Sejak Lama

Peristiwa | 17 Sep 2026 | 20:56 WIB
Mengenai Sepak Terjang Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Sejumlah Insan Media Sudah Tahu Sejak Lama
Langkah tegas membatalkan sertifikat di atas laut dalam kasus pagar laut di Tangerang dan Bekasi menjadi salah satu aksi yang paling diingat publik.

Uwrite.id - Jakarta - Di kalangan insan pers nasional, sosok Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid bukanlah figur yang asing.

Nama dan sepak terjangnya sudah lama menjadi konsumsi pemberitaan, jauh sebelum ia dipercaya mengemban amanat di Kabinet Merah Putih.

Bagi wartawan yang rutin meliput isu politik dan pertanahan, Nusron dikenal sebagai sosok yang responsif, terbuka, dan tidak menghindar dari pertanyaan sulit awak media.

Rekam jejaknya sebagai aktivis, Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, hingga anggota DPR RI beberapa periode membuat gaya komunikasinya sangat cair dengan jurnalis.

Tak heran, ketika ditunjuk sebagai Menteri ATR/BPN, sejumlah wartawan senior mengaku sudah bisa menebak arah gebrakan yang akan dilakukannya.

Sejak awal dilantik, Nusron Wahid langsung menunjukkan karakter kerja yang cepat dan tanpa basa-basi.

Ia tidak memilih untuk duduk manis di belakang meja, melainkan langsung turun melakukan pembenahan internal di tubuh Kementerian ATR/BPN.

Langkah tegas membatalkan sertifikat di atas laut dalam kasus pagar laut di Tangerang dan Bekasi menjadi salah satu aksi yang paling diingat publik.

Keberanian tersebut dinilai insan media sebagai cerminan dari sosok Nusron yang selama ini mereka kenal.

"Kalau soal keberanian bersuara dan mengambil keputusan, Nusron memang dari dulu begitu. Kami yang meliput di DPR sudah paham betul karakternya," kata seorang wartawan desk nasional, Rabu (17/09).

Menurutnya, Nusron adalah tipe pemimpin yang tidak nyaman dengan zona aman dan selalu mencari terobosan.

Hal itu terlihat dari caranya menangani kasus-kasus pertanahan yang selama bertahun-tahun buntu dan menjadi sarang mafia tanah.

Di bawah komandonya, Kementerian ATR/BPN gencar melakukan bersih-bersih oknum yang bermain dalam penerbitan sertifikat bermasalah.

Ia juga membuka diri terhadap laporan masyarakat dan menjadikan media sebagai mitra kontrol sosial.

Pendekatan yang komunikatif ini membuat akses informasi di Kementerian ATR/BPN dirasakan lebih terbuka dibanding sebelumnya.

Sejumlah jurnalis mengaku kini lebih mudah mendapatkan konfirmasi data terkait HGB, HGU, maupun status tanah sengketa.

Selain penindakan, Nusron juga fokus pada percepatan program strategis seperti Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan sertifikasi tanah wakaf.

Program tersebut dinilai sangat pro-rakyat karena memberikan kepastian hukum bagi masyarakat kecil, pesantren, dan rumah ibadah.

Di sisi lain, ia juga konsisten mendorong penataan tata ruang nasional agar tidak tumpang tindih dan merugikan masyarakat.

Gaya kepemimpinannya yang gemar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Pertanahan di daerah juga menjadi perhatian media.

Sidak itu dilakukan untuk memastikan pelayanan pertanahan berjalan cepat, transparan, dan bebas pungli.

Bagi insan pers, gaya sidak tersebut mengingatkan pada sosok Nusron saat masih aktif di GP Ansor yang dikenal disiplin dan detail.

Meski tegas, Nusron juga dikenal humoris dan tidak menjaga jarak dengan wartawan.

Ia kerap melontarkan candaan usai konferensi pers, sehingga hubungan antara pejabat dan media terasa lebih humanis.

Kombinasi antara ketegasan, keterbukaan, dan kedekatan inilah yang membuat sejumlah insan media sudah paham sejak lama mengenai sepak terjangnya.

Mereka meyakini, dengan gaya kepemimpinan seperti itu, agenda pemberantasan mafia tanah dan reforma agraria akan terus berlanjut.

Kini publik menantikan gebrakan-gebrakan selanjutnya dari Menteri ATR/BPN Nusron Wahid untuk mewujudkan keadilan agraria di Indonesia. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar